Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Belakang Kedai Kopi Teluk Air Karimun

Kapolsek Balai Karimun AKP Andri Yusri (jaket hitam) ikut mengevakuasi jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan tergeletak di belakang kedai kopi di Teluk Air, Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di belakang salah satu kedai kopi di Jalan Teluk Air, RT 01 RW 01, Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, Senin 23 Maret 2026 malam.

Terang saja, temuan mayat tersebut menghebohkan warga sekitar. Hanya saja, warga tak satupun mengetahui siapa sosok mayat yang tergelak di bawah tangga belakang kedai kopi itu.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri ketika dikonfirmasi awak media, membenarkan penemuan mayat tersebut. Kata dia, mayat pria itu ditemukan tanda identitas.

HBRL

“Benar, ada mayat laki-laki yang mengenakan kaus hitam dan celana pendek juga warna hitam. Identitasnya belum diketahui,” ujar Andri, Selasa 24 Maret 2026.

Andri menyebut, penemuan bermula saat seorang warga bernama Sofian membuang sampah di belakang kedai kopi sekitar pukul 19.40 WIB. Saat itu, saksi melihat korban dalam posisi duduk bersandar di tangga belakang kedai.

Saksi kemudian kembali ke dalam kedai untuk membersihkan sampah. Namun, ketika kembali ke belakang, korban sudah dalam kondisi tergeletak di tangga.

Sofian segera menghubungi saksi lain, Ziarul Khairi (60). Setelah tiba di lokasi kejadian, Ziarul kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Bhabinkamtibmas setempat.

Petugas piket dari Polsek Balai Karimun bersama tim identifikasi Polres Karimun langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani menggunakan ambulans untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Andri.

Andri menjelaskan, berdasarkan hasil visum sementara, korban diperkirakan berusia antara 40 hingga 50 tahun dengan kondisi tubuh kurang gizi.

Selain itu, ditemukan tanda kaku mayat serta indikasi pembusukan lanjut. Pada tubuh korban juga terlihat bintik pendarahan di beberapa bagian, serta luka lecet di punggung, namun tidak ditemukan tanda kekerasan lainnya.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban. Upaya identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan alat Inafis Portable System (IPS).

“Jenazah sementara disemayamkan di ruang jenazah RSUD Muhammad Sani untuk proses identifikasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait