Setiap Tahun Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Batam

Limbah minyak hitam batam
Limbah minyak yang berwarna hitam mencemari perairan Nongsa, Kota Batam, Selasa (5/1/2021). (Foto: Gokepri/ARD)

Batam (gokepri.com) – Seolah sudah menjadi langganan setiap tahun, limbah oli hitam kembali mencemari pantai di Nongsa Batam. Hingga sekarang, tidak pernah diketahui siapa pembuang limbah yang diduga dilakukan di perbatasan antara Batam dan Singapura.

“Setiap tahun pasti ada limbah minyak yang mencemari pantai Nongsa ini,” kata Febian salah satu warga Nongsa, Selasa (5/1/2021).

Akibatnya pantai-pantai yang ada di kawasan Nongsa tidak bisa digunakan untuk berenang. Padahal selama ini pantai banyak dikunjungi masyarakat Batam untuk mengisi waktu senggang.

HBRL

“Kalau kotor seperti ini, gimana mau berenang,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sudah mendapatkan laporan terkait dengan pencemaran limbah minyak di pantai tersebut. Hal ini menjadi persoalan setiap tahun.

Rudi sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk turun langsung ke lapangan. Dan segera melakukan langkah-langkah untuk segera membersihkan dampak pencemaran lingkungan tersebut.

“Saya belum dapat lagi laporannya, tapi kemarin saya sudah minta Herman Rozi (Kepada DLH) turun untuk mengecek langsung ke lapangan,” katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Sepeti Bakamla, Polairud dan instansi lainnya yang memiliki kewenangan terhadap aktivitas kegiatan di laut.

“Kami harapkan ke depan tidak terjadi lagi pencemaran limbah seperti ini. Karena itu nanti kami akan koordinasi,” katanya.

(ARD)

|Baca Juga: 

Pos terkait