KARIMUN (gokepri.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) terbaru terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal 2026 ini.
Untuk mensosialisasikan juknis baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun dan BGN melaksanakan rapat koordinasi program MBG sekaligus penandatangan nota kesepahaman (MoU), Kamis 15 Januari 2026.
Penandatangan MoU dilaksanakan di Gedum Nilam Sari tersebut bertujuan untuk melaksanakan program MBG sesuai juknis terbaru dan pemerataan penerima manfaat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Karimun.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole usai rapat koordinasi mengatakan penyaluran MBG dari masing-masing dapur SPPG yang ada di Karimun selama ini tidak merata.
“Selama ini di dapur itu rata-rata awalnya ada yang 3.000 an bahkan mencapai 4.000. Kemudian pernah dilakukan pemerataan sekali, itupun masih di angka 3.000,” ujar Rocky Marciano Bawole.
Kata Rocky, setelah adanya juknis yang baru maka BGN semakin menyempurnakan dan setiap dapur SPPG rata-rata menyalurkan 2.500 MBG.
“Kami melakukan arahan dari BGN untuk dapat melaksanakan kegiatan pemerataan tadi dengan jumlah SPPG di Karimun sebanyak 22 yang sudah beroperasi dan 7 dalam tahap pembangunan,” ungkapnya.
Rocky menyebut, penerima manfaat dari program MGB di Karimun hingga saat ini sudah mencapai 65.000 orang.
“Sebanyak 65.000 manfaat ini nanti akan dibagi rata ke 27 dapur SPPG yang ada di Karimun,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Karimun, Anas Fitrawanda menyebut sesuai juknis terbaru, sasaran penerima manfaat MBG mengalami penambahan, seperti halnya guru hingga tenaga pendidik.
“Tahun 2026 ini ada perubahan untuk penerima manfaat MBG, biasanya hanya diberikan kepada pelajar, balita dan ibu hamil. Sekarang sudah ada penambahan untuk guru dan tenaga pendidik di sekolah,” kata Anas.
Menurut dia, saat ini pemerintah daerah bersama BGN juga sedang mengkaji perluasan penerima manfaat MBG lain seperti halnya ke lansia.
“Sedang dikaji, apakan ke depan penerima manfaat ini akan diberikan kepada lansia dan kelompok rentan lainnya,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









