BATAM (gokepri) – Sebuah video call bernuansa asusila yang beredar di media sosial menyeret nama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Batam, Gustian Riau. Video itu memicu perbincangan luas dan beragam spekulasi.
Potongan video berdurasi singkat tersebut menampilkan sosok pria yang wajahnya menyerupai Gustian Riau dalam percakapan pribadi dengan seorang perempuan. Video tersebut menunjukkan aktivitas yang tidak senonoh atau asusila, di mana pria tersebut tampak beberapa kali mengubah posisi kamera yang mengarah ke bagian tubuh tertentu sambil tetap memperlihatkan ekspresi wajah ke arah layar.
“Besar ya,” ucap wanita dalam video itu.
Interaksi dalam video tersebut terlihat seperti komunikasi dua arah yang bersifat pribadi, yang kemudian bocor dan tersebar luas di berbagai grup pesan singkat dan media sosial. Keaslian video itu belum terverifikasi.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan pemerintah daerah sudah mengetahui informasi tersebut. Ia menyebut video yang beredar akan dilaporkan dan dikaji lebih lanjut oleh pimpinan.
“Saya laporkan ke pimpinan. Video itu kami kaji dulu,” kata Firmansyah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudy Pandjaitan, menyatakan hal serupa. Menurut dia, jika terbukti ada pelanggaran, penanganan sanksi berada di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia.
Sementara itu, Gustian Riau membantah keaslian video tersebut. Ia mengklaim video itu merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Itu rekayasa AI,” kata Gustian saat dihubungi, Minggu 28 Desember 2025.
Menurut Gustian, video tersebut digunakan sebagai alat pemerasan. Ia menyebut pelaku meminta uang puluhan juta rupiah agar video tidak disebarluaskan.
“Mereka meminta sekitar Rp20 sampai Rp30 juta. Nama akunnya macam-macam” ujarnya.
Berdasarkan penelusuran awal, Gustian menduga pelaku berada di luar daerah dan menggunakan berbagai akun untuk melancarkan aksinya, salah satunya di Manado, Sulawesi Utara lalu pindah ke Makassar.
Ia menyebut foto-foto pribadinya diambil dari media sosial lalu dimanipulasi dengan teknologi AI atau biasa disebut deepfake.
Atas peristiwa itu, Gustian menyatakan akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ia berencana melaporkannya secara resmi ke kepolisian.
“Saya akan laporkan sendiri,” kata dia.
Baca Juga: Dosen UI: Pers Wajib Disiplin Verifikasi Hindari Bahaya Manipulasi Deepfake
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









