BATAM (gokepri) – Kantor Imigrasi Batam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru 2025–2026 dengan menambah konter pemeriksaan dan personel. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan antrean di pelabuhan internasional Batam.
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, mengatakan penguatan layanan dilakukan melalui sinergi lintas sektor bersama pengelola pelabuhan dan instansi terkait. “Kami telah menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari Imigrasi, Bea Cukai, KSOP, pengelola pelabuhan hingga Polri. Insyaallah pelayanan maksimal,” kata Hajar, Jumat 19 Desember 2025.
Imigrasi Batam menyiapkan tambahan dua hingga empat konter pemeriksaan keimigrasian untuk mengantisipasi kepadatan penumpang. Saat ini tersedia lima unit autogate dengan dukungan 14 konter manual, sehingga total personel yang disiagakan mencapai 28 petugas.
“Kami akan siaga penuh mulai 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Harapan kami tidak terjadi penumpukan antrean di ponton seperti yang terjadi dua tahun lalu,” ujar Hajar.
Imigrasi Batam memprediksi sekitar 25 ribu penumpang akan berangkat melalui pelabuhan internasional selama periode Nataru. Pengawasan difokuskan di tiga pelabuhan utama, yakni Batam Center, Harbour Bay, dan Bengkong.
“Tahun lalu pergerakan penumpang keluar masuk pelabuhan mencapai 100 ribu orang. Khusus Bengkong, sempat mencapai 400 ribu orang. Ini menjadi perhatian utama kami,” kata Hajar.

Direktur Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Zeno Rega, memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan menghadapi lonjakan penumpang. Menurut dia, pengelola telah menambah satu unit mesin X-ray dan lima autogate untuk memperlancar arus penumpang.
“Tahun lalu tidak terjadi penumpukan, dan tahun ini skema yang sama akan kami terapkan,” kata Zeno. Ia menambahkan koordinasi dengan KSOP terus dilakukan, termasuk pengaturan lalu lintas kapal.
Zeno menyebutkan hingga kini belum ada penambahan armada kapal, sehingga masih tersedia jeda waktu sekitar 30 menit bagi kapal untuk bersandar di dua ponton yang tersedia. “Fasilitas pendukung seperti AC, genset, autogate, dan personel semuanya berfungsi dengan baik. Kami hanya mempersiapkan diri menghadapi potensi keramaian,” ujarnya.
Peningkatan pergerakan penumpang diperkirakan mulai terjadi dalam waktu dekat, seiring jadwal perjalanan internasional yang mencapai sekitar 45 trip per hari dari Singapura dan 20 trip per hari dari Malaysia.
Baca Juga: Bandara Hang Nadim Siapkan Posko Nataru, 237 Ribu Penumpang Diprediksi Melintas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









