Batam Rayakan Hari Jadi ke-196, Momentum Refleksi Pembangunan

Hari Jadi Batam 196
Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi Batam ke-196 di Gedung DPRD Batam, Kamis (18/12/2025). GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196, Kamis (18/12/2025), sebagai momentum refleksi dan penegasan arah pembangunan kota ke depan.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin dan dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, unsur Forkopimda, anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, pelajar, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat.

Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin mengatakan peringatan Hari Jadi Batam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bahwa kemajuan Batam merupakan hasil kerja bersama seluruh warganya.

HBRL

“Hari ini adalah momen penting dan bersejarah bagi masyarakat Batam. Kita tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menegaskan komitmen membangun masa depan Batam yang lebih baik,” ujar Kamaluddin.

Ia menekankan Batam sebagai miniatur Indonesia membutuhkan kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya untuk menghadapi tantangan pembangunan. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas dan kemajuan kota.

Dalam kesempatan itu, Kamaluddin juga menegaskan komitmen DPRD Batam sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. DPRD, kata dia, akan terus memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat terserap melalui rapat dengar pendapat dan pokok-pokok pikiran DPRD.

Hari Jadi Batam 196
Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi Batam ke-196 di Gedung DPRD Batam, Kamis (18/12/2025). GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

“Pimpinan dan anggota DPRD akan terus melakukan perbaikan diri agar benar-benar menjadi perpanjangan tangan masyarakat,” katanya.

Kamaluddin menambahkan, peringatan Hari Jadi Batam yang jatuh setiap Desember menjadi momentum evaluasi akhir tahun sekaligus pijakan menyambut 2026 dengan semangat optimisme. Ia mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi demi mewujudkan Batam sebagai kota madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut Hari Jadi Batam memiliki makna strategis sebagai proses pewarisan nilai kecintaan dan rasa memiliki terhadap kota.

“Peringatan ini bukan hanya menandai usia kota, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan Batam,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan, rangkaian Hari Jadi Batam ke-196 dikemas dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, mulai dari Forkopimda, DPRD, lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar. Tujuannya memperkuat persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Batam.

Menurut Amsakar, tantangan Batam ke depan menuntut sinergi yang lebih solid antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, terutama dalam menjaga iklim investasi, pembangunan berkelanjutan, serta harmoni sosial.

Hari Jadi Kota Batam ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009, yang menetapkan 18 Desember 1829 sebagai hari lahir Batam. Penetapan ini merujuk pada peristiwa bersejarah pemberian kuasa kepada Raja Isya Ibni Raja Ali sebagai pemegang perintah atas Nongsa dan wilayah taklukannya.

Melalui peringatan Hari Jadi Batam ke-196, DPRD dan Pemerintah Kota Batam berharap semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dapat terus dijaga, tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata bagi kemajuan kota.

Baca Juga: Pemko Batam Gelar Perayaan HJB ke-196, Hadirkan Atraksi Udara dan Pawai Budaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait