Pelatihan Calon Transmigran Rempang, Upaya Pemerintah Membangun Ketahanan Sosial-Ekonomi

Pelatihan warga rempang
Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dan Staf Ahli Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, berfoto bersama perwakilan calon transmigran Rempang Eco-City saat pembukaan pelatihan di Batam. Pelatihan ini bukan sekadar perpindahan, melainkan langkah nyata membangun peradaban baru yang sejahtera dan produktif. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – Badan Pengusahaan (BP) Batam memulai langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Rempang Eco-City. Bertempat di Batalyon Infanteri 10/Satria Bhumi Yudha, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP, Li Claudia Chandra, resmi membuka Kick Off Pelatihan Calon Transmigran pada Senin 3 Oktober 2025.

Program terpadu ini secara khusus dirancang untuk mencetak 504 Kepala Keluarga (KK) warga Rempang Eco-City menjadi calon transmigran yang unggul dan berdaya saing. Pelatihan ini merupakan wujud nyata kolaborasi harmonis antara BP Batam dengan Pemerintah Pusat dalam mengimplementasikan program transmigrasi nasional.

Lebih dari sekadar perpindahan penduduk, program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan pembentukan karakter. Tujuannya jelas: memastikan warga Rempang Eco-City mampu beradaptasi, bertumbuh di wilayah baru, serta menjadi masyarakat yang mandiri dengan semangat gotong royong yang kuat.

HBRL

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa program ini harus dimaknai sebagai upaya pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kebijakan dari pemerintah harus kita maknai secara baik. Program ini bertujuan menciptakan kesejahteraan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Amsakar dalam sambutannya. Ia menambahkan optimisme bahwa pelatihan ini adalah pondasi awal bagi masyarakat untuk mengawali kehidupan Rempang yang berdikari.

Dengan penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap—meliputi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)—era transformasi transmigrasi yang dicanangkan BP Batam ini akan menjadikan masyarakat sebagai subjek aktif dalam membangun peradaban baru yang lebih produktif. “Pemerintah ingin seluruh calon transmigran lebih produktif dan memiliki taraf hidup yang lebih baik,” imbuhnya.

Mencetak Pelopor Ekonomi Baru

BP Batam berharap penuh, para calon transmigran ini akan menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah Rempang Eco-City dan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi daerah.

Senada dengan visi tersebut, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, melaporkan bahwa pelatihan yang diikuti oleh 504 KK warga Rempang Eco-City ini adalah bagian integral dari program transmigrasi nasional. Secara serentak, total 1.394 KK dari berbagai daerah juga mengikuti pelatihan serupa.

“Transmigrasi masa kini bukan sekadar perpindahan penduduk, tapi membangun kehidupan baru yang sejahtera,” jelas Prima, memperkuat narasi bahwa program ini adalah investasi strategis untuk masa depan Indonesia yang lebih makmur dan merata.

Program Pelatihan Calon Transmigran ini menandai komitmen serius BP Batam dalam memastikan transisi yang mulus menuju kehidupan yang lebih baik, sejahtera, dan berdaya saing bagi seluruh warga Rempang Eco-City. INFO

Baca Juga: BP Batam Gandeng IPB Perkuat Tata Kelola Perizinan Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait