Dua Komunitas Driver Online di Batam Sepakat Berdamai

Komunitas driver online batam
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin (tengah) memimpin mediasi dan perdamaian dua kelompok pengemudi online yang terlibat bentrok di Kota Batam, Minggu (12/10/2025) malam. Foto: Polresta Barelang via ANTARA

BATAM (gokepri) – Sebuah unggahan di media sosial memicu bentrok dua komunitas pengemudi ojek online di Kota Batam, Minggu dini hari, 12 Oktober 2025. Keributan antara anggota Aliansi Driver Online Batam (ADOB) dan Komunitas Andalan Driver Online (Komando) pecah di kawasan Hotel Utama, Lubuk Baja. Akibatnya, sembilan orang terluka, termasuk seorang perempuan yang merupakan istri salah satu pengemudi.

Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin mengatakan, setelah mendapat laporan, polisi segera turun ke lokasi dan meminta kedua pihak menarik anggotanya. “Kami langsung berkoordinasi dengan Ketua ADOB dan Komando agar situasi segera reda,” kata Zaenal di Batam, Senin (13/10).

Bentrok itu diduga berawal dari unggahan bernada provokatif di media sosial oleh pembina ADOB. Pihak Komando meminta klarifikasi, namun tanggapan yang diberikan justru memperkeruh suasana. Dalam waktu singkat, adu argumen di dunia maya berlanjut menjadi keributan di lapangan.

HBRL

Untuk meredam situasi, Polresta Barelang memfasilitasi pertemuan kedua kelompok pada Minggu malam. Pertemuan berlangsung di markas Polresta, dipimpin langsung Kapolresta Zaenal Arifin dan Kasat Intelkam Kompol Yudiarta Rustam. Dari pihak komunitas hadir Ketua ADOB Djefri Rajab dan Ketua Komando Feryandi Tarigan.

Menurut Yudiarta, pertemuan itu penting untuk menurunkan tensi di antara para pengemudi. “Kami tidak mencari siapa yang benar atau salah. Intinya, semua pihak harus menahan diri dan kembali fokus bekerja,” ujarnya.

Kedua komunitas akhirnya sepakat berdamai. Mereka menandatangani surat pernyataan bersama dan membuat video klarifikasi untuk menegaskan komitmen menjaga perdamaian serta kondusivitas di Batam. Polisi juga tetap menyelidiki peristiwa tersebut untuk memastikan ada kepastian hukum bagi korban.

Ketua ADOB Djefri Rajab mengakui, keributan itu terjadi karena anggotanya terpancing suasana di lapangan. “Mungkin karena situasinya sudah ramai, akhirnya salah paham. Tapi sekarang semua sudah selesai, aktivitas kembali normal,” katanya. Djefri juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Batam atas insiden yang sempat mengganggu kenyamanan.

Kapolresta berharap insiden seperti ini tidak terulang. Ia menekankan pentingnya komunikasi sehat antarkomunitas agar persaingan kerja tidak berubah menjadi konflik. “Kami ingin para pengemudi online tetap bersatu. Mereka semua bekerja untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Bentrok antarkelompok pengemudi online bukan hal baru di Batam, kota dengan pertumbuhan transportasi daring yang pesat. Namun, upaya cepat aparat dan kesediaan kedua komunitas berdamai kali ini memberi pelajaran: panas di dunia maya bisa diredam dengan dialog di dunia nyata. “Yang terpenting, mereka sudah berjanji menjaga Batam tetap aman,” kata Zaenal. ANTARA

Baca Juga: Cara Memesan Taksi Online di Bandara Hang Nadim Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait