BATAM (gokepri) – Industri manufaktur Batam masih kekurangan tenaga kerja berpengalaman di bidang teknik elektro sepanjang 2025. Posisi ini paling banyak dibutuhkan perusahaan, sementara kebutuhan di sektor konstruksi cenderung melemah.
“Bidang industri manufaktur untuk jabatan teknis elektro masih banyak dicari,” kata Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Nurul Iswahyuni, Rabu (24/9). Menurut dia, sebagian perusahaan mensyaratkan pengalaman minimal tiga tahun, sehingga pasokan tenaga lokal tidak selalu mencukupi.
Kondisi itu membuat perusahaan terkadang merekrut pekerja dari luar daerah. Meski begitu, Nurul menyebut komitmen perusahaan tetap mengutamakan tenaga kerja Batam. “Jika kriteria tidak terpenuhi, baru mereka beralih ke pekerja dari Kepri maupun luar Kepri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, akses perusahaan mencari pekerja dari luar kini lebih terbuka lewat kanal pasar kerja daring dan informasi digital. Mekanisme ini memudahkan perusahaan memperoleh kandidat sesuai kebutuhan.
Berdasarkan data Disnaker Batam, hingga Agustus 2025 jumlah pencari kerja tercatat 21.434 orang, dengan puncak pada Mei. Jumlah pencaker relatif seimbang, sekitar 10 ribu laki-laki dan 10 ribu perempuan.
Hingga periode yang sama, penempatan tenaga kerja mencapai 9.197 orang, sementara jumlah lowongan tersedia 12.585. Disnaker mencatat setiap bulan ada tambahan 1.000 hingga 2.000 lowongan baru untuk tenaga kerja lokal. ANTARA
Baca Juga: Manufaktur Pasir Silika AS-Jerman Investasi di Batam, Serap 5.000 Tenaga Kerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








