BATAM (gokepri) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai mengisi celah pasar ekspor pangan ke Singapura setelah Johor, Malaysia, lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Kondisi ini dinilai Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai momentum penting bagi Kepri memperluas peran di sektor pangan.
“Kepri bisa menangkap peluang ekspor pangan ke Singapura. Ada permintaan besar, baik untuk ayam maupun produk hidroponik,” kata Tito saat Rapat Koordinasi Pemerintahan se-Wilayah Sumatera di Batam, Minggu (22/9).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut pemerintah daerah bersama Kementerian Perdagangan telah meluncurkan Hub Ekspor di Sumatera Promotion Center, Mal Pelayanan Publik Batam. Fasilitas ini disiapkan menjadi pintu gerbang produk Kepri menuju pasar internasional, terutama Singapura.
Menurut Ansar, Food Security Agency Singapura sudah beberapa kali menjajaki kerja sama dengan Kepri. Saat ini, ekspor yang berjalan mencakup 6.000 ton sayuran hidroponik dan 1,5 juta ekor ayam hidup asal Kabupaten Bintan.
“Itu baru memasok dua sampai tiga mal saja, peluangnya masih sangat besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kepri terus membuka komunikasi dengan otoritas pangan Singapura untuk memperluas jenis komoditas yang bisa masuk pasar negeri jiran tersebut. “Kerja sama antarnegara ini bisa mengoptimalkan potensi Kepri dan Sumatera untuk menjadi penyuplai pangan berkelanjutan,” kata Ansar.
Menteri Tito mendorong kepala daerah se-Sumatera untuk ikut memanfaatkan pasar ekspor Singapura. Dengan letak geografis strategis dan ketersediaan pangan, Kepri diyakini mampu menjadi mitra penting Singapura menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian daerah. ANTARA
Baca Juga: Ekspor Ayam Hidup dari Bintan ke Singapura Sudah Enam Kali Sejak 2023
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









