Tak Perlu Antre, Izin Tinggal WNA Kini Dijemput ke Kawasan Industri Batam

Izin tinggal wna di Batam
Petugas Imigrasi Batam melayani pekerja asing dalam pengurusan izin tinggal melalui program IMMIcare di Kawasan Industri Batamindo, Batam, Selasa, 1 September 2025. Layanan jemput bola ini dirancang untuk mempermudah tenaga kerja asing dan investor mengakses dokumen keimigrasian tanpa harus datang ke kantor imigrasi. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Imigrasi Batam kini mendatangi langsung kawasan industri. Program baru bernama IMMIcare diluncurkan untuk mempermudah izin tinggal warga asing dan investor, sekaligus memberi penyuluhan keimigrasian di pusat kegiatan ekonomi.

Peluncuran perdana digelar di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Selasa (1/9). Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menyebut Batamindo, Panbil, dan Kabil sebagai tiga lokasi awal layanan jemput bola ini. “Program ini bagian dari inovasi untuk menjaga iklim investasi tetap nyaman,” ujarnya.

Konsep IMMIcare lahir dari keberhasilan program Eazy Paspor, layanan serupa bagi WNI. Hajar menilai investor asing tak seharusnya antre di kantor imigrasi. “Kalau WNI saja bisa kita layani lewat jemput bola, kenapa WNA tidak?” katanya.

HBRL

IMMIcare tak hanya melayani administrasi izin tinggal, tetapi juga menghadirkan coaching clinic keimigrasian. Perusahaan tenant mendapat edukasi langsung tentang aturan dan fasilitas, termasuk visa jangka panjang seperti Golden Visa 5 tahun bagi pimpinan perusahaan asing dan keluarganya. “Sekarang pendekatannya humanis dan preventif. Kami rangkul, kami beri informasi,” kata Hajar.

Izin tinggal wna di Batam
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, berfoto bersama jajaran pejabat Imigrasi, perwakilan Kawasan Industri Batamindo, dan sejumlah tamu undangan usai peluncuran program IMMIcare di Batamindo, Selasa, 1 September 2025. GOKEPRI/Engesti Fedro

Menurut Hajar, keberhasilan program ini bergantung pada dukungan pengelola kawasan industri. Evaluasi dari tiga lokasi awal akan menentukan apakah IMMIcare diperluas ke seluruh kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ia bahkan menyiapkan laporan dan SOP untuk diusulkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai model nasional. “Harapannya Batam jadi pilot project bagi seluruh Indonesia,” katanya.

Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Kanwil Kepri, Wira Zulfikar, menegaskan program ini memberi kepastian hukum sekaligus efisiensi. “Imigrasi tidak lagi menunggu, tapi hadir langsung di pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pengelola kawasan. General Manager PT Batamindo, Mook Sooi Wah, menyebut layanan jemput bola ini mengurangi hambatan investasi dan mempercepat produktivitas. “Semoga program ini jadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi Batam dan Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Mulai 1 September, Penumpang Internasional Wajib Isi Deklarasi di Aplikasi All Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait