Kepri Gagal Capai Target Partisipasi Pemilih

hasil rekapitulasi Pilkada kepri
KPU menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Kepri 2020 di Hotel CK Tanjungpinang, Jumat (18/12). (Antara)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri gagal mencapai target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen. Angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 di Kepri hanya sekitar 68,56 persen. Tingkat partisipasi pemilih itu juga menurun sekitar 14 persen dibanding Pemilu 2019 lalu yang mencapai 82 persen.

Angka partisipasi pemilih 68,56 persen itu berasal dari 800.890 pengguna hak pilih yang menggunakan hak suaranya di Pilgub Kepri. Dari jumlah itu, 772.030 di antaranya merupakan suara sah dan 28.860 suara tidak sah. Sementara jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 1.168.188 orang.

Tingkat partisipasi pemilih tertinggi di Kepri pada Pilkada 2020 terjadi di Kabupaten Natuna dengan sekitar 87,33 persen. Kemudian Anambas dengan 83,58 persen dan Lingga 81,13 persen.

HBRL

Sementara tingkat partisipasi pemilih terenda di Kepri terjadi di Kota Tanjungpinang dan Batam. Tingkat partisipasi pemilih di Tanjungpinang hanya 62,15 persen, sedangkan di Batam hanya 64,23 persen. Padahal pada pemilu 2019, tingkat partisipasi pemilih di Batam merupakan yang tertinggi di Kepri, mencapai 84,36 persen.

Ketua Bawaslu RI Abhan memaklumi jika partisipasi pemilih Pilkada Kepri 2020 masih berada di bawah target nasional. Sebab, kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan sejumlah pemilih sedikit khawatir datang dan memberikan hak suaranya ke TPS.

Namun dari hasil pantauan KPU, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 berjalan aman dan lancar tanpa kendala yang berarti. Dia tidak menampik jika masih terdapat sejumlah kekurangan pada Pemilu kali ini, seperti pelanggaran administratif hingga netralitas ASN.

“Kekurangan merupakan bagian dari penyempurnaan demi perbaikan pelaksanaan Pemilu ke depan,” katanya.

Sementara itu Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, jika merujuk data sementara, angka partisipasi berpotensi gagal melampaui target KPU. Sebelumnya, meski berlangsung di masa pandemi, KPU menargetkan angka partisipasi secara nasional sebesar 77,5 persen.

Meski demikian, Arief menilai angka partisipasi pada Pilkada 2020 kali ini sudah cukup baik. Bukan hanya karena terjadi di era pandemi Covid-19. Melainkan juga karena dibandingkan dengan partisipasi di pilkada pada 2015, angkanya jauh lebih tinggi. Saat itu, partisipasi berada di angka 68 persen.

“Pada 2020 ini kan sebetulnya melaksanakan pilkada dengan jumlah yang sama dengan pilkada 2015 karena siklus maksimal lima tahunan,” imbuhnya. (nana)

Pos terkait