BATAM (gokepri) – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi pengurus baru Badan Wakaf Indonesia Batam. Keberadaan BWI dinilai strategis mengelola potensi wakaf untuk umat.
Potensi wakaf di Indonesia, khususnya di Batam, dinilai sangat besar dan belum terkelola optimal. Padahal, wakaf bisa menjadi instrumen penting dalam memajukan peradaban, mengentaskan kemiskinan, hingga menguatkan ekonomi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Batam, pada Rabu, 13 Agustus 2025. Menurut Amsakar, pengelolaan wakaf yang profesional dan transparan akan menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Wakaf bisa menjadi instrumen luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan. Mari kita kelola dengan niat yang tulus dan manajemen yang rapi,” ujar Amsakar.
Amsakar berharap kepengurusan BWI Batam masa bakti 2025–2028 bisa solid dan mampu memobilisasi dana umat dengan baik. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung program BWI, sebab, menurutnya, investasi akhirat bisa berawal dari sini.
Senada dengan Amsakar, Wakil Ketua BWI Pusat, Tatang Astarudin, menegaskan bahwa wakaf memiliki dasar hukum yang kuat dan dilindungi oleh undang-undang. Hal ini menjadi landasan penting agar pengelolaan wakaf dapat dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Bila berbicara tentang wakaf, berarti kita bicara tentang memperkuat pilar peradaban,” kata Tatang.
Baca Juga: Mengenal Deposito Wakaf yang Diluncurkan BSI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








