BATAM (gokepri) – Menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus, sejumlah pedagang bendera Merah Putih mulai ramai di berbagai sudut Kota Batam. Mereka mengais rezeki dari berjualan pernak-pernik kemerdekaan.
Salah satunya Saharuddin, 54 tahun. Setiap tahun menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus, ia selalu menggelar lapak bendera di pinggir Jalan Laksamana Bintan, Kampung Nanas. Ia memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan sejak lima tahun terakhir.
Bersama dua anaknya, Saharudin mulai menyusun pernak-pernik kemerdekaan sejak pagi. Lapaknya yang sederhana namun mencolok, dihiasi bendera, umbul-umbul, dan tiang kayu, menarik perhatian para pengendara.
“Lapak ini memang musiman, tapi dari sini kami bisa dapat rezeki tambahan setiap tahun,” kata Saharudin, Senin, 4 Agustus 2025.
Saharudin membuat sendiri sebagian besar bendera yang dijualnya, dibantu anak-anaknya. Mulai dari bendera berbentuk ketupat, bendera kecil bertangkai kayu, hingga bendera gulung, semuanya dikerjakan setelah membeli bahan kain. Ia juga menerima pesanan khusus untuk kantor, sekolah, atau acara.
Harga bendera bervariasi tergantung ukuran dan jenis kain. Bendera berukuran 90×30 cm dijual Rp 25 ribu–Rp 30 ribu, sementara ukuran 150×80 cm bisa mencapai Rp 100 ribu. Tiang bendera setinggi 3,5 meter dijual Rp 30 ribu per batang.
Selama musim kemerdekaan ini, keluarga Saharudin memilih tinggal di lapak dan hanya pulang sebentar untuk mandi. Kebutuhan makan diantar ke lokasi, dan mereka bergantian berjaga selama 24 jam.
“Momen ini cuma datang sekali setahun, kami manfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Dari berdagang selama tiga pekan menjelang 17 Agustus, Saharudin mengaku bisa meraup belasan juta rupiah. Meskipun musiman, lapak bendera ini menjadi sumber penghasilan penting bagi keluarganya setiap tahun.
Baca Juga: Menjelang Agustus, Pedagang Bendera di Batam Mulai Ramai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









