Menjelang Agustus, Pedagang Bendera di Batam Mulai Ramai

pedagang bendera di batam
Salah seorang pedagang bendera merah putih memajang dagangannya di tepi jalan di kawasan SP Plaza, Batuaji. Foto: Gokepri.com/Engesti Fedro

BATAM (gokepri.com) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di bulan Agustus, pedagang bendera merah putih di Batam, Kepulauan Riau mulai ramai.

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik pusat Kota Batam menunjukkan pedagang yang menjual bendera merah putih dan umbul-umbul berjajar memenuhi ruas jalan protokol. Hal ini mulai meramaikan suasana menyambut kemerdekaan Indonesia.

Salah satu pedagang bendera merah putih Resi (35) mengaku sengaja berjualan bendera lebih awal karena menurutnya bisa mendapatkan pengasihan lebih. Ditemani sang suami, Irwandi, mereka kompak menata dagangan yang memanjang di ruas jalan pintu II keluar alun-alun SP Plaza, Batuaji.

HBRL

Baca Juga: Bendera Merah Putih Sepanjang 78 Meter Diarak Pesepeda Batam

“Kalau buka duluan nanti orang tahu. Oh di SP ini ada yang jual. Yang dipikir orang pasti lokasi tempat kami berjualan,” kata dia, Senin 29 Juli 2024.

Selain menjual bendera, beberapa bambu dan kayu yang sudah dicat juga tampak berjejer di lapak dagangannya. Ia mengatakan omzet mulai naik dengan signifikan. Biasanya omzet akan naik secara drastis pada tanggal 10 hingga 17 Agustus.

“Seminggu jelang 17 Agustus bisa Rp500 ribu per hari,” kata dia.

Resi dan suami cukup telaten berjualan bendera. Beberapa bendera yang dijual ia kerjakan sendiri, seperti bendera yang dibuat dalam bentuk ketupat, bendera kecil dengan gagang kayu dan bendera gulung. Semua itu ia kerjakan bersama-sama.

“Ia, semua kami kerjakan sendiri. Kami hanya beli bahannya saja. Setelah kami beli baru kami kerjain sama suami” katanya.

Maka tak heran, pernah-pernik semarak hari kemerdekaan lengkap ia jual. Tergantung pesanan dari pembeli.

“Semua bisa kami buat. Tergantung pesanan. Mau pakai rumahan, gedung perkantoran dan acara gebyar juga kami terima,” ucap Resi bersemangat.

Resi dan suami bukanlah orang baru dalam berjualan bendera. Momen kemerdekaan setiap tahun selalu mereka gunakan untuk mengais rezeki. Ia berdagang bendera merah putih sudah sejak tahun 2020 lalu menggantikan orang tuanya yang sakit.

Lapak dagangannya pun tak pernah berpindah, ia selalu berjualan di lokasi yang ia gunakan saat ini. “Sudah beberapa tahun terakhir ini. Dulu ini lapak orang tua, cuma karena orang tua sakit sekarang kami yang jualan,” ungkapnya.

Lokasi lapak dagangan Resi cukup strategis, setiap pengendara yang melintas keluar dari kawasan SP Plaza bisa langsung melihat lapak miliknya, lantaran posisinya di tepi jalan.

Resi mengaku aktivitasnya berjualan bendera hanya untuk mencari penghasilan tambahan saat momen kemerdekaan. Jika momennya sudah habis, maka ia kembali bekerja sebagai pembuat kue.

“Ini kan hanya musiman saja. Paling jualan tiga minggu saja. Lepas itu, ya balik lagi jadi ibu rumah tangga. Suami buat kue untuk beberapa pesanan,” kata Resi.

Diakuinya menjadi pedagang bendera tidak selalu untung, ada juga ruginya. Namun, sejak ia berjualan bendera mulai tahun 2020 ia selalu memperoleh penghasilan tambahan dengan keuntungan bisa mencapai belasan juta rupiah.

“Kalau hitungan perhari nggak menentu. Tapi dalam satu musim dari awal sampai selesai jualan bisa dapat untuk Rp10 juta bahkan lebih,” katanya.

Saat berjualan, suami Resi memilih tinggal di lokasi lapak dagangannya. Suaminya pulang ke rumah hanya untuk mandi dan ganti pakaian. Ia jualan sepanjang waktu selama 24 jam, saat malam hari, ia gantian dengan sang suami untuk menjaga lapak dagangannya.

Harga bendera yang mereka jual harganya bervariasi tergantung jenis kain dan ukuran. Untuk ukuran 90×30 cm dijual dengan harga Rp25 ribu-Rp30 ribu per lembar.

Sementara untuk ukuran 120×80 cm dijual dengan harga Rp35 ribu sampai Rp65 ribu. Ukuran 150×80 cm dijual mulai dari Rp55 ribu hingga Rp100 ribu. Untuk harga tiang bendera ukuran 3,5 meter dijual dengan harga Rp25 Ribu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait