Usai Lebaran, Harga Cabai dan Telur di Batam Turun

Produksi cabai kepri
Pedagang cabai di Pasar Jodoh sedang melayani pembeli, Selasa (25/2/2025). Foto: Muhammad Ravi

BATAM (gokepri.com) – Harga kebutuhan pokok di Kota Batam pasca-Lebaran 2025 terpantau stabil, bahkan sejumlah komoditas mengalami penurunan. Kondisi ini dinilai berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diwarnai lonjakan harga usai Idulfitri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menyampaikan bahwa stabilnya harga pangan tak lepas dari langkah pengawasan dan pengendalian yang dilakukan jauh sebelum Lebaran.

“Kami intensif melakukan pemantauan dan telah berkoordinasi dengan para distributor untuk menjamin pasokan tetap aman. Alhasil, harga pangan cenderung stabil, bahkan beberapa turun,” kata Gustian di Batam, Minggu (4/4/2025).

HBRL

Baca Juga: Sidak Pasar, Polda Kepri Ingatkan Pedagang Tak Naikkan Harga Sembako 

Ia menambahkan, Disperindag juga terus memantau perkembangan harga di pasar sambil menunggu para pedagang dan konsumen kembali dari kampung halaman. “Kemarin kami sudah melakukan survei di lapangan, dan hasilnya harga-harga cukup terkendali,” ujarnya.

Pantauan di Pasar Tos 3000 menunjukkan tren positif. Telur ayam dari Padang turun dari Rp55.000 menjadi Rp53.000 per papan.

Harga cabai pun menurun signifikan di antaranya cabai merah turun dari Rp70.000 menjadi Rp60.000/kg, cabai rawit hijau dari Rp80.000 menjadi Rp50.000/kg, cabai rawit merah dari Rp100.000 menjadi Rp80.000/kg, dan cabai hijau dari Rp70.000 menjadi Rp60.000/kg.

Komoditas lainnya juga cenderung stabil. MinyaKita masih bertahan di harga Rp15.500/liter, beras premium lokal berada di kisaran Rp12.000–Rp14.000/kg, daging sapi impor tetap di Rp90.000/kg, ayam beku Rp31.000–Rp32.000/kg, dan ayam segar Rp38.000–Rp39.000/kg. Bawang merah dan bawang putih pun stabil di kisaran Rp28.000–Rp30.000/kg.

Menurut Gustian, tren ini menjadi bukti lancarnya distribusi dan pasokan selama masa Lebaran. Ia memastikan pengawasan akan terus berlanjut demi menjaga stabilitas harga, terutama menjelang arus balik dan pulihnya aktivitas ekonomi warga Batam. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait