JAKARTA (gokepri) – Kapal laut masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik Lebaran 1446 Hijriah karena harga tiket yang lebih ekonomis. PT PELNI mencatat peningkatan penumpang hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
“Masyarakat ekonomi menengah ke bawah lebih memilih menggunakan kapal laut,” kata Kepala Cabang PT Pelayaran Indonesia (PELNI) DKI Jakarta, Dicky Dermawan, Selasa (25/3).
Menurutnya, daerah tujuan mudik Lebaran 2025 yang paling ramai adalah Batam-Belawan untuk wilayah Indonesia bagian barat, dan Pelabuhan Makassar untuk wilayah Indonesia bagian timur, dengan jalur hingga ke Papua. “Saat memasuki masa mudik ini, jumlah penumpang sudah meningkat 30 persen dibandingkan hari normal,” katanya.
Meskipun relatif lebih murah dibandingkan layanan pesawat terbang, Dicky memastikan bahwa layanan di atas kapal juga menjadi perhatian. “Kami menyiapkan sarana WiFi berbayar di atas kapal, musik, mini teater, serta kantin yang melayani kebutuhan penumpang dengan harga yang kompetitif,” katanya.
Seorang pelajar, Zainuddin, mengaku berangkat menggunakan KM Dobonsolo ke kampung halamannya di Mamuju, Sulawesi Barat. “Kita turun di Pelabuhan Makassar dan melanjutkan perjalanan lagi nanti,” katanya. Ia mengaku senang menggunakan kapal laut dan selalu mudik setiap tahunnya menggunakan transportasi laut ini. “Mudik itu menyenangkan bagi saya yang merantau ke Jakarta dan bertemu dengan keluarga besar di kampung halaman,” katanya.
Selain itu, tiket kapal yang relatif murah membuat kapal laut menjadi opsi pertama transportasi yang digunakan saat mudik dibandingkan menggunakan pesawat terbang. “Saya berangkat dengan empat teman dan satu tiket saya beli Rp543.000,” katanya. ANTARA
Baca Juga: Lonjakan Pemudik Kapal Pelni 110 Persen, Rute Batam-Belawan Terpadat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








