BATAM (gokepri.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam memberikan teguran kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam karena belum menangani bencana longsor di kawasan Bengkong Indah, yang sudah terjadi selama tiga bulan.
Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga menilai Pemko Batam belum melakukan upaya signifikan dalam mengatasi dampak longsor di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat warga sekitar mengeluh.
“Kami minta Pemko Batam dan BPBD Batam segera turun tangan mengatasi longsor di Bengkong. Sudah terlalu lama dibiarkan, padahal ini sangat membahayakan bagi warga sekitar,” kata Ruslan, Selasa (25/3/2025).
Baca Juga: Hujan Tiga Hari, Bengkong Diterjang Longsor di Enam Titik
Menurutnya, longsor di kawasan Bengkong Indah berisiko besar bagi pemukiman warga. Bahkan, rumah ibadah yang berada di atasnya terancam ambruk dan bisa menimpa rumah-rumah di bawahnya jika tak segera ditangani.
“Saya minta dalam waktu dekat ini segera diatasi. Banyak warga yang melapor ke saya. Apalagi BPBD sudah dilantik, saya harap masalah ini segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kepala BPBD Batam Agus Bendri memastikan pihaknya akan segera menangani longsor tersebut agar warga kembali merasa aman.
“Kami sudah menganggarkan dan membahasnya. Segera akan kami tindaklanjuti,” kata Agus.
Namun, ia mengakui penanganan longsor di Bengkong Indah mengalami keterlambatan karena keterbatasan anggaran.
“Ada beberapa titik longsor di Batam, jadi kami harus menentukan skala prioritas. Ini sudah kami bahas, dan dalam waktu dekat akan kami tangani,” tambahnya.
Hujan deras yang mengguyur Kota Batam selama tiga hari terakhir menyebabkan longsor di beberapa lokasi di Bengkong. Warga setempat mengungkapkan kekecewaan atas lambatnya respons pemerintah dalam menangani bencana ini.
BPBD mencatat enam titik longsor terjadi di wilayah Bengkong, yaitu Bengkong Sarmen, dua titik di Bengkong Abadi, Tanjung Buntung, Bengkong Tengah, dan dua titik di Bengkong Sadai.
Pemko Batam bersama instansi terkait telah mengerahkan tim untuk membersihkan material longsor dan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









