BATAM (gokepri.com) – Kasus penyakit menular di Kota Batam terus meningkat pada 2024. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat lonjakan signifikan pada Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan tuberkulosis (TBC), yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
DBD mengalami peningkatan drastis, dari 392 kasus pada 2023 menjadi 871 kasus pada 2024. Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa tingginya curah hujan serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk menjadi faktor utama.
“Curah hujan tinggi dan perilaku masyarakat yang kurang aktif dalam pencegahan membuat kasus DBD meningkat,” ujarnya, Minggu (2/3/2025).
Baca Juga: Kasus DBD di Batam Melonjak, 14 Warga Meninggal Sepanjang 2024
Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinkes Batam telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama saat curah hujan meningkat.
Tak hanya DBD, diare juga menjadi penyakit dengan lonjakan tertinggi. Pada 2024, kasus diare mencapai 11.378 kasus, naik hampir dua kali lipat dari 5.337 kasus pada 2023. Kasus TBC juga melonjak dari 1.516 kasus pada 2023 menjadi 4.870 kasus pada 2024.
Selain itu, pneumonia meningkat dari 436 kasus pada 2023 menjadi 925 kasus pada 2024, sedangkan penyakit kusta bertambah dari 12 kasus menjadi 18 kasus. Kasus campak mengalami kenaikan tipis dari 81 menjadi 82 kasus, sementara suspek malaria melonjak signifikan dari 11 menjadi 69 kasus pada 2024.
Didi menambahkan, peningkatan kasus diare masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya. “Diare meningkat, tetapi kami masih mengkaji penyebab utamanya,” katanya.
Sementara itu, lonjakan kasus TBC disebut berkaitan dengan peningkatan skrining dan deteksi dini. “Kasus TBC lebih banyak ditemukan karena cakupan skrining yang semakin luas. Dengan deteksi yang lebih baik, tentu jumlah kasus yang tercatat meningkat,” jelasnya.
Dinkes Batam mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran penyakit.
“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menekan penyebaran penyakit. Kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat harus menjadi perhatian utama,” kata Didi. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









