BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam mengikuti instruksi pusat untuk melakukan pemangkasan anggaran perjalanan dinas (SPPD) sebesar 50 persen. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pemangkasan anggaran itu seiring dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.
“Ini dimaksudkan agar tata kelola anggaran kami lebih banyak terkelola untuk kepentingan publik. Semalam saya sampaikan kepada seluruh OPD, pastikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahun-tahun kemarin,” kata dia.
Amsakar menyebut, pemangkasan anggaran sejalan program makan bergizi gratis (MBG) Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Dia juga memberikan atensi khusus pada pelaksanaan program MBG, yang merupakan kebijakan nasional dari Presiden RI.
Dinas Pendidikan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) diminta untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.
“Sekarang kalau laporan yang diterima hanya beberapa dapur yang siap, kini harus dikejar. Kalau tidak salah masih butuh 20-an dapur,” kata Amsakar.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menargetkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelesaikan tahapan efisiensi anggaran hingga 10 Februari 2025. “Kami lihat setelah tanggal 10 Februari karena pada 15 Februari nanti akan ada pemeriksaan dari BPKP. Presiden telah menginstruksikan agar pengawasan terhadap efisiensi ini dilakukan dengan ketat,” kata Jefridin.
Jefridin menjelaskan langkah efisiensi anggaran sebenarnya telah dilakukan jauh sebelumnya. Selain pemangkasan SPPD, Pemko Batam juga telah mengurangi konsumsi rapat dan anggaran untuk alat tulis kantor (ATK).
“Yang jelas, salah satu instruksi yang diberikan adalah pemangkasan SPPD sebesar 50 persen. Selain itu, konsumsi rapat dan ATK juga dikurangi. Namun, di Kota Batam, kita sudah lebih dulu menerapkan efisiensi ini. SPPD tidak banyak, konsumsi juga sangat terbatas,” ujarnya.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pemerintah Dinilai akan Perlambat Ekonomi Kepri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









