Kasus DBD di Batam Melonjak, 14 Warga Meninggal Sepanjang 2024

Flu Singapura Batam
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. Foto: ANTARA

BATAM (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 871 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari-Desember 2024. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 2023 yang hanya mencapai 392 kasus.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan bahwa dari total kasus tersebut, 14 pasien meninggal dunia. “Kasus DBD tahun ini naik signifikan, dengan 513 penderita laki-laki dan 358 perempuan,” kata Didi, Kamis (2/1/2025).

Data Dinkes menunjukkan, Kecamatan Bengkong mencatat kasus tertinggi dengan 146 kasus, diikuti Batam Kota (136), Sagulung (135), Sekupang (106), Batu Ampar (94), dan Batuaji (85).

HBRL

Baca Juga: 332 Kasus DBD di Batam dalam 8 Bulan, Tujuh Meninggal

Menurut kelompok usia, 440 kasus terjadi pada usia di atas 15 tahun. Kelompok usia 10-14 tahun menyumbang 173 kasus, usia 5-9 tahun 172 kasus, usia 1-4 tahun 75 kasus, dan bayi di bawah satu tahun sebanyak 11 kasus.

Pemerintah Kota Batam telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2024 untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap lonjakan kasus DBD, khususnya di musim hujan.

Dinkes juga membentuk juru pemantau jentik (jumantik) di rumah dan perkantoran, serta mengintensifkan pengawasan di tempat umum. Gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur, dan tindakan pencegahan lainnya) terus digalakkan, termasuk kampanye “Satu Rumah Satu Jumantik” (G1R1J).

“Melalui G1R1J, setiap rumah tangga wajib memiliki satu anggota sebagai jumantik yang memantau dan memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujar Didi.

Dinkes berharap dengan langkah-langkah ini, kasus DBD dapat ditekan dan penyebaran virus di Batam bisa diminimalisasi. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait