Sebanyak 50 rumah dibangun di Barelang. Kawasan itu juga dilengkapi sekolah, fasilitas publik, dan sarana pendukung nelayan.
BATAM (gokepri) — Kementerian Transmigrasi membangun 50 rumah transmigran di kawasan Batam, Rempang, dan Galang atau Barelang sepanjang 2026. Pembangunan hunian itu berjalan bersama penyiapan sekolah, jalan, fasilitas publik, dan sarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Wibowo Puji Raharjo mengatakan pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal. Infrastruktur fisik disiapkan agar masyarakat dapat tinggal sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.
Baca Juga: 3.000 Rumah Dibangun, Barelang Jadi Model Transmigrasi
“PPKTrans berfokus pada penyiapan fisik kawasan, nanti PEPMT pada pengembangan ekonomi, usaha, dan investasi yang akan disiapkan,” kata Wibowo dalam Workshop Kehumasan dan Media Gathering Kementerian Transmigrasi di Batam, Jumat (9/10/2026).
Pembangunan 50 rumah pada 2026 merupakan kelanjutan dari pembangunan 200 rumah transmigran yang telah dikerjakan pada 2025. Rumah yang dibangun tahun ini menggunakan desain tipe 45 untuk masyarakat yang mengikuti program transmigrasi lokal.
Pembangunan kawasan juga mencakup gedung sekolah dasar, jalan lingkungan permukiman, serta penataan gardu pandang dan kawasan di sekitarnya. Pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas publik berupa alun-alun, amfiteater, lintasan joging, dan ruang terbuka hijau.
Pekerjaan infrastruktur lain mencakup jalan lingkungan, drainase, tanggul, serta fasilitas pendukung kelistrikan. Infrastruktur tersebut melengkapi fasilitas yang telah dibangun pada 2025 untuk menunjang kawasan permukiman.
Pada tahun lalu, pemerintah membangun dua menara Mes Trans Patriot berkapasitas 120 kamar, tambatan perahu, gedung sekolah dasar tahap pertama, akses jalan menuju dermaga dan tambatan perahu, serta gudang catu pangan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari infrastruktur awal kawasan transmigrasi Barelang.
Pengembangan kawasan Rempang juga menyesuaikan dengan mata pencaharian masyarakat yang banyak bergantung pada perikanan. Karena itu, pembangunan permukiman disertai fasilitas yang mendukung nelayan mempertahankan sekaligus mengembangkan sumber penghidupan.
“Kami juga menyiapkan dermaga, kapal, dan cold storage dari KKP,” ujar Wibowo.
Penyediaan sarana tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Pengembangan kawasan dirancang agar kebutuhan tempat tinggal, infrastruktur dasar, dan kegiatan usaha masyarakat dapat berjalan secara terpadu.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Nirwan Ahmad Helmi mengatakan pembangunan Barelang melibatkan instansi sesuai dengan kewenangan masing-masing. “Ada kontribusi dari BP Batam, Kementerian PU, ATR/BPN, dan KKP,” katanya.
Kolaborasi lintas instansi diperlukan karena pengembangan kawasan transmigrasi mencakup berbagai kebutuhan yang saling berkaitan. Selain permukiman dan infrastruktur, pemerintah perlu menyiapkan kapasitas masyarakat serta kegiatan ekonomi yang dapat berkembang di kawasan tersebut.
Kementerian Transmigrasi juga melibatkan perguruan tinggi untuk mendampingi masyarakat. Pendampingan itu diarahkan agar fasilitas dan potensi ekonomi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Sekarang kita juga melibatkan perguruan tinggi untuk membantu mengembangkan sumber daya di kawasan,” kata Wibowo. ANTARA
Baca Juga: Transmigrasi Modern di Galang untuk Pastikan Warga Tak Jadi Penonton
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







