BATAM (gokepri) – Debit air Batam terus menipis akibat kemarau panjang. Pemerintah Kota Batam menambah 34 armada tangki dan menyiapkan Salat Istisqa untuk memohon hujan.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pemerintah dan Forkopimda menyepakati usulan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam untuk menggelar salat meminta hujan jika cuaca kering masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Jika kemarau terus berlanjut, kami bersama Forkopimda dan tokoh agama sepakat menggelar Salat Istisqa. Kita memohon doa agar hujan segera turun,” ujar Amsakar usai Apel ASRI, Rabu 11 Februari 2026.
Baca Juga: Stress Area Jadi Prioritas Distribusi Air, BP Batam Perkuat Pengawasan Waduk dan Pipa
Di sisi teknis, pemerintah memetakan 18 wilayah rawan gangguan suplai air. Perbaikan difokuskan pada pelebaran dan pembersihan saluran distribusi agar aliran lebih lancar.
“Kami sudah memetakan 18 wilayah yang kerap terganggu. Tahun ini perbaikannya kami anggarkan, dan tahun depan cakupannya diperluas,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, pemerintah mengerahkan 34 armada tangki air. Jumlah itu melampaui kebutuhan ideal sebanyak 32 unit.
Sebagian armada merupakan hasil modifikasi truk yang dipasangi tandon air. Setiap hari, armada tersebut mengisi sekitar 100 tandon yang disebar ke 18 wilayah terdampak.
“Kami kreasikan truk dengan tandon agar suplai tetap berjalan. Total 34 armada dikerahkan setiap hari,” ujar Amsakar.
Upaya cepat ini ditempuh agar kebutuhan air warga tidak terganggu menjelang Ramadan dan perayaan Imlek. Amsakar meminta jajarannya memastikan distribusi tetap lancar selama periode tersebut.
“Jangan sampai ada gangguan air saat warga bersiap menyambut Ramadan dan Imlek. Meski ini solusi sementara, kami terus menyiapkan perbaikan jangka panjang,” katanya.
Batam selama ini bergantung pada waduk tadah hujan sebagai sumber utama air baku. Ketika curah hujan turun drastis, suplai ke permukiman dan kawasan usaha ikut tertekan.
Pemerintah mengakui distribusi melalui tangki belum sepenuhnya menjawab tingginya kebutuhan warga. Namun langkah ini diharapkan mampu menjaga aktivitas harian masyarakat tetap berjalan di tengah musim kemarau.
Baca Juga: Keterbatasan Anggaran, Sembilan Wilayah Jadi Prioritas Penanganan Krisis Air Bersih Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





