Usai Vaksinasi, Kasus Covid-19 di Tanjungpinang Justru Meningkat

vaksinasi di kepri
Mobil pembawa vaksin COVID-19 tiba di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (5/1/2021). (ANTARA)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kota Tanjungpinang telah melaksanakan vaksinasi kepada tenaga kesehatan, organisasi perangkat daerah, camat, anggota DPRD, hingga pejabat publik. Namun pasca-vaksinasi, kasus Covid-19 justru meningkat.

Peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 itu diakui Pjs. Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningsih. Namun menurutnya, penambahan jumlah kasus itu merupakan hasil pelacakan terhadap mereka yang pernah kontak erat dan munculnya gejala yang dicurigai inveksi virus corona.

“Penambahan 27 itu dengan cara penularan 24 kontak erat dan tiga tanpa faktor risiko seperti pasca-perjalanan luar kota,” ungkapnya, Jumat (19/3/2021).

HBRL

Ia memaparkan, pada 13 Maret lalu, ditemukan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 kasus. Kemudian dilakukan tracing, dilanjutkan proses swab PCR dan hasilnya keluar pada tanggal 16 Maret.

Hal tersebut sesuai dengan grafik penemuan kasus. Setelah ketemu satu titik kasus baru akan diikuti bertambahnya kasus dari hasil tracing sebelumnya.

Dari cara penularannya, dari awal pandemi kasus Covid-19 itu terjadi karena kasus impor DARI perjalanan antar daerah. Tapi, sekarang kasus yang paling banyak adalah kontak erat.

“Ini artinya disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan sudah mulai kendor. Apalagi, merasa sudah divaksin, sehingga mereka merasa aman. Padahal, meski sudah menerima vaksin, bukan berarti masyarakat bisa lalai dengan prokes,” imbuhnya.

Nugraheni menyebutkan, dalam penanganan Covid-19 ini, bukan hanya menjadi tugas pemerintah daerah saja. Tetapi tugas semua lintas sektor. Dalam rapat di Polres, ia sudah menyampaikan bahwa PPKM itu harus dilaksanakan begitu ditemukan kasus Covid-19 di suatu kelurahan.

Kemudian, lurah harus tanggap dan mengawasi PPKM selama 14 hari apakah kasus yang ditemukan di wilayahnya itu terkendali. “Bila selama 14 hari tidak ada penambahan kasus, berarti PPKM itu berhasil. Tetapi, jika dalam 14 hari itu ada penambahan, artinya PPKM itu tidak berhasil,” imbuhnya.

Baca juga: Kominfo Kepri Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Bermodus Vaksinasi Covid-19

Ia berharap masyarakat dapat terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena, setelah semua upaya yang dilakukan selama ini, mulai dari vaksinasi untuk meningkatkan imunitas dan sebagainya, yang penting itu adalah disiplin diri.

“Disiplin diri itulah yang penting. Yang bisa dilakukan semua orang dan diri sendiri. Jadi, bukan siapa yang mengawasi, tapi dirinya sendiri,” tuturnya. (wan)

Pos terkait