Batam (gokepri) – Universitas Batam (UNIBA) mengadakan seminar internasional yang berlangsung di Ruangan Rumengan Hall dan diikuti oleh sekitar 300 peserta, baik secara daring maupun tatap muka, pada hari Sabtu (14/10). Seminar ini menampilkan sejumlah narasumber terkemuka di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari berbagai negara.
Para narasumber yang turut berperan dalam seminar ini adalah Dr dr Sudi Astono, Programme Coordinator for Occupational Safety and Health (OSH) Inspectorate, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia.
Dr Yuka Ujita, Occupational Safety and Health Senior Specialist, International Labour Organization (ILO), Thailand.
Dr Rusdani, Dosen Fakultas Kedokteran Uniba, and Ketua IDI Kepri. Lalu Dr Riza Yosia Sunindijo, Associate Professor at University of New South Wales (UNSW) Built Environment, Australia. Dr Abu Hasan Samed, President of the Academy of Occupational and Environmental Medicine, Malaysia.
Baca Juga: UNIBA Gelar Workshop Pengolahan Data, Upaya Meningkatkan Kemampuan Analisis Mahasiswa
Prof Indrayani, Rektor Universitas Batam, dalam sambutannya, menyoroti urgensi keselamatan kerja, terutama dalam konteks perkembangan teknologi dan revolusi industri yang sedang berlangsung.
“Teknologi akan memainkan peran yang semakin besar dalam perkembangan dan kemajuan industri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami tiga hal kunci dalam menghadapi tantangan ini,” ujar Prof Indrayani.
Pertama, meningkatkan pemahaman tentang kapasitas pekerja, yang berarti memberikan pelatihan dan pengetahuan yang diperlukan agar pekerja mampu menghadapi perubahan teknologi yang pesat. Kedua, menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat (safety work), di mana perusahaan harus memastikan bahwa lingkungan kerja memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pekerjanya. Terakhir, melibatkan pekerja lokal dan organisasi di perusahaan untuk memastikan kesejahteraan pekerja menjadi prioritas.
Prof Indrayani juga menekankan bahwa seminar internasional ini merupakan wujud kepedulian UNIBA dalam mengatasi berbagai ancaman terkait dengan keselamatan kerja, seperti bahaya kimia dan radiasi yang dapat membahayakan pekerja di berbagai industri.
“Dengan seminar ini, kami berharap dapat meningkatkan pemikiran, strategi, serta solusi terkait dengan masalah dan bahaya di lingkungan kerja,” katanya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIBA, Malahayati Rusli Bintang, BSc., MPH, juga menyampaikan seminar internasional ini adalah hasil kolaborasi antara UNIBA dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Tenaga Kerja. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja di industri, khususnya di Batam, yang dikenal dengan keberagaman industri yang aktif.
“Dengan adanya seminar ini, UNIBA ingin berperan aktif dalam memastikan keselamatan kerja di perusahaan-perusahaan di Batam, dan dengan demikian, memberikan kontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan kerja di daerah Batam dan Kepulauan Riau,” ucapnya.
Seminar internasional ini menjadi platform penting untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menggali solusi terkait dengan keselamatan kerja, serta memberikan kontribusi dalam menjaga kesejahteraan para pekerja di berbagai sektor industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









