Batam (gokepri.com) – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menerima dua unit Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) 28 meter, yaitu KAL Sembulungan dan KAL Hinako yang diproduksi di galangan kapal PT Citra Shipyard, Kota Batam.
Dua kapal operasional tambahan ini akan memperkuat jajaran TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin upacara penerimaan dua unit KAL 28 di galangan kapal PT Citra Shipyard, Kota Batam, Jumat, 16 Februari 2024.
Ia mengatakan nama Sembulungan diambil dari nama pantai yang ada di Banyuwangi dan nama Hinako merupakan salah satu pulau yang ada di wilayah Nias.
Baca Juga: TNI AL Luncurkan KRI Marlin-877 dan Patkamla Jefman Buatan Batam
KAL Sembulungan nantinya akan ditempatkan untuk memperkuat satuan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, yang ada di bawah jajaran Lantamal V Surabaya dan KAL Hinako ditempatkan Lanal Nias, Lantamal II Padang.
Muhammad Ali mengatakan, dua kapal berukuran panjang 28 meter ini akan sangat dibutuhkan di perairan-perairan sempit dan dangkal seperti selat bahkan sungai.
“Itu lah nanti yang banyak kita butuhkan, terutama untuk di perairan-perairan yang sempit dan kapal ini sangat efektif digunakan untuk operasi Kamla (keamanan laut), untuk penegakkan hukum di laut,” ujarnya usai upacara penerimaan dua KAL 28.

Menurutnya, dengan kehadiran dua kapal berkecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 18 knots, kecepatan ekonomis 13,5 knots ini mampu menjelajah dan menjaga keamanan di laut dari, seperti tindakan penyeludupan di selat-selat sempit.
“Karena kita tahu banyak sekali penyeludupan-penyeludupan dilakukan justru diselat-selat sempit, maka kapal-kapal ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Usai menerima dua unit KAL 28 tersebut, Muhammad Ali juga secara resmi mengangkat Lettu Laut (P) Heru Kuswanto sebagai Komandan KAL Hinako dan Lettu Laut (P) Riyanto sebagai Komandan KAL Sembulungan.
Spesifikasi KAL 28 M Sembulungan dan Hinako
Pembangunan dua kapal itu dilaksanakan selama 16 bulan, terhitung sejak tanggal 27 September 2022 dengan menelan anggaran sebesar Rp105 miliar.
Kapal tersebut memiliki panjang 28,98 meter, lebar 6,20 meter, draught 1,40 meter, kecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 18 knots, kecepatan ekonomis 13,5 knots, endurance 3-4 hari, mampu membawa 15 personel dan menggunakan mesin pokok 2 unit MAN V12-1900 Marine Engine Diesel dan diesel generator 2x Perkins 63.
KAL 28 M ini memiliki beberapa keunggulan yaitu diperkuat dengan 1 unit meriam 20mm dan 2 unit meriam 12,7mm dan mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca.
Dengan kecepatan 28 knots dan kelincahan yang dimiliki KAL 28 M ini mampu memenuhi berbagai misi operasi baik infiltrasi, eksfiltrasi maupun misi SAR secara sangat baik.
Muhammad Ali, menegaskan TNI AL berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) sebagai langkah mendukung produk galangan kapal di dalam negeri.
Langkah ini juga diambil untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian pemenuhan alutsisa dalam negeri.
“Dan ke depan tentunya akan kita tambah lagi dan selalu mendahulukan produksi dalam negeri,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









