Sulitnya Kelola Sampah di Batam, Djoko Mulyono: Pilah dari Rumah

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Pengelolaan sampah di Batam yang diharapkan menggunakan teknologi mutakhir masih sulit dan belum terlaksana.

Meskipun gaung banyak investor yang tertarik untuk mengelola sampah di Batam, nyatanya hingga kini tidak kunjung terwujud.

Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih stagnan, dan dikelola dengan cara yang sama seperti tahun sebelumnya.

HBRL

Baca Juga: Siswa SMPN 56 Batam Olah Sampah Plastik Jadi Kursi Ecobrick

Berdasarkan data yang ada, gunungan sampah dari 1,2 juta penduduk Batam terlihat memenuhi TPA Batam seluas 46.8 hektare tersebut

Di lahan tersebut, petugas memproses seluruh sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah industri non B3 yang ada di Kota Batam dengan cara pendorongan, penimbunan dengan tanah, hingga pemilahan.

Ketua Komisi III, DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono mengatakan dengan pertumbuhan penduduk yang terjadi saat ini, Batam sudah selayaknya memiliki sistem pengelolaan sampah yang mengandalkan teknologi.

Ia mengusulkan supaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan metode zero waste atau bebas sampah.

Konsep yang mengajak warga Batam untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak untuk mengurangi jumlah, dan dampak buruk dari sampah.

“Jadi pilah sampah dari rumah ini sangat penting. Jadi sampah yang sampai ke TPA adalah sampah yang benar-benar harus terbuang,” ujarnya, Senin, 16 Oktober 2023.

Pilah sampah dari rumah ini juga menguntungkan dan bernilai ekonomis. DLH sudah mengeluarkan berbagai program untuk mendorong pilah sampah dari rumah ini.

“Ada bank sampah. Bahkan bisa ditabung. Saya rasa sosialisasi ke masyarakatnya yang harus ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Banyak sampah organik yang bisa di manfaatkan untuk kompos, dan sebenarnya sampah sisa makanan yg berasal dari rumah makan bisa di manfaatkan untuk pakan ternak.

Sebagai mitra, tentunya pihaknya akan mengawasi DLH dalam melaksanakan program kegiatan mengacu pada visi misi wali kota dan wakil wali kota yang telah di tuangkan dalam perda RPJMD setiap tahunnya.

“Menurut saya sampai saat ini masih melakukan rutinitas seperti tahun- tahun sebelumnya. Belum ada suatu gebrakan yg benar- benar dijalankan untuk penanganan sampah di kota Batam,” ungkap anggota fraksi Golkar ini.

Untuk itu, ke depan diharapkan DLH bisa melahirkan gagasan dalam pengendalian persoalan sampah ini. Jika pengurangan tonase sampah bisa dilakukan dari sumber, tentu hal itu akan lebih baik.

“Salah satu cara mengatasi persoalan sampah adalah itu. Jadi mungkin bisa dimasifkan lagi,” bebernya.

Djoko menyebutkan dulu pernah ada investor yang menawarkan pengelolaan sampah menggunakan metode insinerator, akan tetapi karena anggaran yang sangat besar jadi belum bisa terealisasi.

Beberapa investor lain, juga tertarik untuk mengelola sampah di Batam. Namun ia kurang memahami hal yang menjadi kendala, dan hingga sekarang tidak bisa terealisasi.

“Mungkin butuh biasa besar. Tapi tetap harapan kita semua, Batam ini bisa punya teknologi dalam mengelola sampah. DLH lah yang harus lebih paham soal ini,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait