Karimun (gokepri.com) – Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sehati Karimun nampak ramah bercengkerama dengan pengunjung Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Sabtu, 3 Desember 2022 pagi.
Mereka terlihat membagikan cenderamata kepada masyarakat yang tengah duduk sarapan bersama keluarga tercinta di alun-alun Kabupaten Karimun tersebut.
Ternyata yang dibagikan anak-anak itu adalah souvenir hasil karya mereka seperti gantungan kunci, mainan dan juga aneka barang menarik lainnya.
Rupanya aksi bagi-bagi souvenir kepada pengunjung Coastal Area itu bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional oleh siswa-siswi SLB Sehati Karimun.
Ya, Hari Disabilitas Internasional memang diperingati setiap 3 Desember.

Kepala SLB Sehati Karimun, Emilia Anggraini mengatakan, selain bagi-bagi souvenir, anak-anak SLB Sehati Karimun juga memeriahkan peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan senam bersama dan juga jalan santai.
“Tahun ini, kami mengadakan senam bersama, jalan santai diiringi drum band yang dimainkan oleh anak-anak kami dan terakhir membagikan 250 souvenir dan brosur hasil karya mereka,” ujar Emilia didampingi sang guru, Suci Ramadhani Piliang.
Wanita yang akrab disapa Emil ini menyebut, peringatan Hari Disabilitas Internasional merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan SLB Sehati Karimun. Pada tahun lalu, mereka membagikan 250 bunga di lampu merah di Karimun.
“Harapan saya, anak-anak disabilitas ini dihargai. Jangan memandang anak-anak disabilitas karena kasihan, tapi pandanglah mereka yang juga memiliki kemampuan dan sesuatu yang tidak diduga,” sebutnya.

Dirinya juga menyebut, jangan pernah melihat anak-anak disabilitas dari kekurangannya tapi pandanglah dari kelebihannya. Jika memandang kekurangan, pasti kita tidaka akan bisa bergerak.
“Jika kita melihat mereka punya kemampuan atau memiliki kelebihan, maka potensi itulah yang akan kita kembangkan. Kami tidak butuh dikasihani, kami hanya butuh butuh dihargai karena kami juga bisa berprestasi dan berkarya karena kami sama,” ungkapnya.
Emil menjelaskan, saat ini lebih dari 100 anak-anak disabilitas dididik di SLB Sehati Karimun.
“Di SLB Sehati lebih dari 100 anak. Kalau di kelas itu sebanyak 80 anak lebih. Kami juga punya pusat terapi untuk anak-anak dari 1,5 tahun hingga usia sekolah,” terang Emil.
Menurut dia, anak-anak usia 1,5 tahun yang belum bisa bicara atau perilakunya tidak bisa tenang atau fokus akan dididik hingga sampai usia sekolah.
“Dengan harapan, jika sudha usia sekolah mereka bisa berbicara dengan lancar, tapi jika mengalami hambatan kami juga ada sekolah khusus dari kelas 1 sampai SMA,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









