Segera Beroperasi, BLK Kabil Jadi Solusi Kebutuhan Industri

BLK Kabil
Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabil, Batam, yang akan segera beroperasi menerima pencari kerja. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Batam yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Kabil akan segera beroperasi.

Untuk tahap awal, BLK Batam membuka lima jenis pelatihan yakni housekeeping, barista, las, Programmable Logic Controller (PLC), dan animasi.

Baca: Sertifikasi di Batam, Ratusan Welder Indonesia Siap Berkarier di Korea Selatan

HBRL

Direktur HR Citramas Group, Nara Dewa mengatakan kehadiran BLK ini bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan industri di Kota Batam. Ia pun turut mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mendukung penuh berdirinya BLK Batam guna menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja.

“Alhamdulillah, tadi Pak Kadisnaker Batam sudah meninjau kesiapan BLK Kabil. Kami berharap, BLK ini bisa menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas,” ujarnya, Kamis (4/7/2024).

Di samping itu, Nara Dewa berharap BLK Batam bisa menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan kompetitif agar mampu bersaing di dunia kerja.

BLK Kabil
Foto: istimewa

“Insyaallah Minggu depan, Bu Menteri (Menaker) juga akan datang ke sini untuk meresmikan gedung dan meninjau langsung,” tambahnya.

Untuk diketahui, BLK Batam berdiri di atas lahan yang dikelola Kawasan Industri Terpadu Kabil  seluas 4,2 hektare.

Nantinya, para peserta akan mendapatkan dua sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan di sana. Kedua sertifikat itu terdiri dari sertifikat pelatihan dan kompetensi. Para peserta pelatihan juga memiliki kesempatan untuk langsung terjun di dunia kerja.

BLK Kabil
Foto: istimewa

“Kami nantinya juga akan mengundang beberapa pelaku industri untuk melihat langsung proses pelatihan. Jadi harapannya bisa langsung merekrut,” ujar perwakilan BBPLK Medan, Rahmat P Siregar.

Ia mengatakan lamanya pelatihan juga berbeda-beda. Sesuai jenis dan kategori.

“Ada yang 22 hari dan ada juga yang 42 hari. Sejauh ini, ada 80 peserta yang mengikuti pelatihan. Kalau yang mendaftar lebih banyak,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait