Pemko Batam Anggarkan Mobil Pengangkut Sampah di APBD 2025

pengelolaan sampah batam
Pjs Wali Kota Batam, Andi Agung, melakukan peninjauan armada pengangkut sampah yang tidak layak pakai di TPA Punggur, Batam, pada Sabtu, 28 September 2024. Foto: istimewa

BATAM (gokepri.com) – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Batam Andi Agung memastikan anggaran pembelian armada pengangkut sampah baru dimasukkan dalam APBD 2025 prioritas, dan jadi atensi.

“Sudah ada Rp16 miliar yang diusulkan untuk beli armada baru. Biar masalah sampah yang saat ini menjadi persoalan bisa diatasi,” kata dia, Selasa 22 Oktober 2024.

Ia menegaskan pembelian armada baru merupakan suatu keharusan dan sudah sangat mendesak. Kebutuhan armada baru untuk mendukung pengangkutan sampah harus segera direalisasikan.

HBRL

Baca Juga: Banyak Truk yang Bolong, Batam Butuh Peremajaan Armada Angkut Sampah

“Karena saya masuk di akhir tahun, dan pembahasan masih berlangsung. Saya memastikan anggaran sampah ini tidak diganggu. Karena sudah sangat mendesak,” tegasnya.

Untuk jenis armada yang akan dibeli nantinya akan menyesuaikan dengan kebutuhan di Dinas Lingkungan Hidup, karena mereka yang memahami kebutuhan armada. Sehingga proses pengangkutan sampah dari sumber tidak lagi terkendala.

“Kondisi sudah pada rusak dan tak layak. Peremajaan harus menyeluruh sebenarnya. Namun anggaran nanti bertahap, agar armada bisa diganti semua,” ungkapnya.

Sampah merupakan hal pertama yang menarik perhatian mantan Sekretaris Disdik Batam ini. Baru dua hari bertugas, ia langsung meninjau kondisi armada angkutan sampah, dan TPA Punggur.

Saat itu, Andi Agung langsung melakukan inspeksi ke beberapa titik yang dinilai sebagai simpul permasalahan.

“Awalnya saya cek ulang armada terlebih dahulu. Saya cek di bengkel Agung Toyota Sekupang, di sana ada 14 armada yang tak bisa lagi diperbaiki, karana rusak parah,” ungkap Andi.

Andi juga melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir di Telaga Punggur, pun Andi Agung menemukan hal yang serupa, banyaknya armada pengangkut sampah yang memiliki kondisi yang sama, yakni tak layak pakai.

“Kami langsung turun ke lapangan melihat langsung dan kepala dinasnya sudah saya panggil juga. Memang permasalahan utama itu adalah pada armada. Kenapa saya sampaikan ini banyak mobil-mobil itu sudah tua yang tidak bisa beroperasi lagi bahkan saya langsung ke TPA,” jelas Andi.

Berdasarkan data yang adad, dari 140 unit truk sampah saat ini, sebanyak 52 unit sudah berusia lebih dari 10 tahun. Belasan truk berada dalam kondisi rusak parah dan tidak layak jalan bahkan tak bisa lagi diperbaiki.

Sisanya, ada belasan armada lainnya memerlukan pemeliharaan rutin bulanan. Artinya hanya sekitar 20 persen truk sampah yang layak beroperasi.

Andi menegaskan tidak ada lagi jalan keluar lain, selain pengadaan armada pengangkut yang baru. Disebutkannya, pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi prioritas.

Secara teknis, hal ini membutuhkan sinergitas dengan pihak DPRD Batam. Pihaknya pun meminta hal yang sangat strategis ini harus menjadi prioritas dibahas di anggaran APBD murni 2025 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait