Batam (gokepri.com) – Pengemudi ojek online di Batam, Kepulauan Riau mempertanyakan urgensi aturan BPJS dalam pengurusan SIM dan STNK.
Salah satu mitra aplikasi Bukalapak, Febri (22), mempertanyakan kepentingan aturan dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) untuk mendapatkan pelayanan publik.
“Urgensinya apa. Kenapa harus melampirkan juga kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, saat akan perpanjang SIM dan pengurusan STNK,” kata dia, Selasa 1 Maret 2022.
Menurut Febri, aturan tersebut sangat merepotkannya dan pengendara lainnya. Walau ia mengaku, saat ini secara pribadi, dirinya tengah melakukan pengurusan kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri.
“Mau tidak mau harus diurus lah. Saya kan sehari-harinya memang bekerja berkeliling untuk mengantarkan pesanan konsumen yang belanja online,” paparnya.
Namun, Febri tetap menolak kebijakan tersebut apabila tetap dijalankan oleh Pemerintah.
“Iya ini juga sampai sekarang saya masih bingung. Untuk urus SIM saya sudah tahu lah, nanti mau bayar pajak STNK juga lampirkan surat BPJS Kesehatan. Kan makin ribet saja urusannya,” lanjutnya.
Hal senada juga dilontarkan salah satu mitra Gojek Batam, Galih Prawira (32) yang merasa bingung dengan aturan wajib BPJS bagi pengurusan SIM dan STNK.
Saat ini, Galih mengaku hanya memiliki kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dikarenakan hal ini diwajibkan oleh Gojek bagi seluruh mitra driver.
“Kalau BPJSTK saya punya, karena memang iuran per bulannya dipotong langsung dari saldo. Tapi kalau BPJS Kesehatan saya memang peserta tidak aktif,” paparnya.
Galih mengaku tidak melanjutkan kepesertaan BPJS Kesehatan, dikarenakan trauma pada saat pengurusan pembiayaan kehamilan anak pertamanya.
Menjadi peserta BPJS Kesehatan secara mandiri sejak tahun 2012, Galih mengaku bahwa pembiayaan biaya persalinan, dengan kartu BPJS Kesehatan milik keluarganya bahkan tidak dapat digunakan.
“Pada saat kelahiran anak pertama saya kemarin, akhirnya saya bayar secara penuh karena pihak Rumah Sakit tidak menerima kartu BPJS Kesehatan saya. Sejak saat itu, saya berpikir untuk apa saya bayar iuran mandiri setiap bulan,” tegasnya.
Penulis: Engesti









