Batam (gokepri) – Kualitas udara di Kota Batam tidak sehat pada Sabtu dan Minggu (8/10). Warga diimbau memakai masker.
Pada Minggu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyampaikan kualitas udara di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan data indeks standar pencemar udara atau ISPU.
Menurut Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam IP di Batam, Ahad, pada pukul 08.00 WIB angka ISPU di Kota Batam tercatat 130 atau dalam kategori tidak sehat.
Baca Juga: BMKG Pastikan Batam Aman dari Asap Akibat Karhutla di Riau
“Mudah-mudahan angka ISPU dapat turun lagi di bawah 100, kategori sedang,” kata IP. Dia mengimbau warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan semasa kualitas udara tidak sehat.
“Gunakan masker untuk aktivitas di luar, terutama bagi yang berisiko tinggi, memiliki asma, lansia, anak-anak, ibu hamil,” katanya.
Pada Sabtu (7/10) kualitas udara di Batam juga masuk dalam kategori tidak sehat dengan angka ISPU 111.
Kualitas udara di suatu tempat dikategorikan baik jika angka ISPU di rentang 1 sampai 50. Daerah dengan kualitas udara sedang memiliki angka ISPU dalam rentang 51 sampai 100. Kualitas udara dikategorikan tidak sehat jika angka ISPU dalam rentang 101 sampai 200.
Kabut Asap
Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Kota Batam memprediksi kabut asap di daerah itu hingga Minggu (8/10).
“Besok (8/10) pagi sampai siang hari masih diprediksi terjadi asap,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Suratman di Batam, Sabtu.
Ia menjelaskan terjadinya kabut asap di Kota Batam karena arah angin saat ini bertiup dari tenggara. “Karena tidak ada laporan kebakaran lahan di Batam,” ujar dia.
Terkait dengan jarak pandang sektor penerbangan di Kota Batam saat ini sudah berkurang cukup banyak, yaitu sekitar 4,5-5 km.
“Biasanya 10 km. Semakin jauh jarak pandang mendatar, maka semakin terang, terlihat jelas. Karena sekarang cuacanya sedang asap, maka jarak pandang mendatarnya berkurang atau nilai jarak pandang semakin kecil,” kata Suratman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









