BATAM (gokepri) – Batam menjadi lokasi Rakernas PWKI yang menyoroti isu krusial perempuan, anak, dan pekerja migran. Sinergi antar kementerian didorong untuk mengatasi kerentanan dan kekerasan, terutama pada kelompok pekerja migran perempuan.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Abdul Kadir Karding, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) di Ballroom Pasifik, Batu Ampar, Batam, Kamis (24/4). Rakernas dengan tema “Wujudkan ASA PWKI Demi Kemanusiaan dan Keadilan” ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk berbagai aksi kemanusiaan.
Menteri Abdul Kadir Karding mengapresiasi semangat kemanusiaan PWKI, khususnya di Kepulauan Riau. Ia menyoroti 80 persen dari 4,3 juta PMI yang tercatat adalah perempuan, kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan dan perdagangan manusia. “Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Proses keberangkatan, penempatan, hingga kepulangan PMI harus diawasi secara ketat. Apalagi menyangkut nasib anak-anak yang ditinggalkan,” tegas Abdul. Ia menekankan pentingnya keberangkatan prosedural untuk memastikan perlindungan negara hadir, berbeda dengan jalur ilegal yang penuh risiko.
Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mendorong kolaborasi antarkementerian dalam menangani isu sosial sesuai arahan Presiden RI. Ia menyoroti peningkatan kekerasan terhadap perempuan dan anak akibat penyalahgunaan teknologi, mencontohkan kasus pemerkosaan akibat akses handphone yang tidak terkendali. Sebagai pencegahan, Kementerian PPPA mengembangkan program Ruang Bersama dan Ruang Ramah Anak untuk memperkuat nilai Pancasila sejak dini dan meningkatkan pengawasan tumbuh kembang anak, terutama perempuan. “Lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang sangat penting bagi tumbuh kembang anak,” tegas Arifah.
Rakernas PWKI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam melindungi perempuan, anak, dan pekerja migran sebagai kelompok penting penyumbang devisa negara.
Baca Juga: Moratorium Dicabut, Indonesia Kirim 600 Ribu Pekerja Migran ke Arab Saudi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








