Hujan Lebat Hingga Siang, Puluhan Perumahan dan Jalan di Tanjungpinang Tergenang

Hujan lebat dari pagi hingga siang pada Senin (1/11/2021) menggenangi sejumlah perumahan warga dan jalan di Kota Tanjungpinang
Hujan lebat dari pagi hingga siang pada Senin (1/11/2021) menggenangi sejumlah perumahan warga dan jalan di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang (gokepri.com) – Hujan lebat dari pagi hingga siang pada Senin (1/11/2021) membuat sejumlah perumahan warga dan jalan di Kota Tanjungpinang tergenang air.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan, sebanyak 32 kawasan di ibu kota Provinsi Kepri itu rawan banjir.

Rata-rata kawasan yang digenangi air itu bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah sering saat hujan deras. Contohnya, Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8, Jalan Berakit Sei Jang, dan sejumlah perumahan.

HBRL

“Kebanyakan kawasan itu langganan genangan air saat hujan deras,” ucapnya.

Penyebab genangan air itu, menurut Zulhidayat, cukup banyak. Seperti drainase yang kurang memadai, sampah yang menyumbat parit, dan perumahan yang tidak memiliki saluran pembuangan air.

Sistem pembuangan air juga perlu diperbaiki. Hilirisasi air di drainase harus jelas, sehingga tidak meluap ke jalan hingga ke perumahan warga.
Namun, penanganan genangan air hujan yang cukup tinggi maupun banjir membutuhkan anggaran yang besar. Terutama untuk pembebasan lahan dan pembangunan saluran pembuangan air.

Untuk memperbaiki satu titik lokasi banjir maupun genangan air dibutuhkan anggaran miliaran rupiah yang memungkinkan dalam setahun hanya dapat diperbaiki satu lokasi banjir.

“Kami tidak memiliki anggaran yang memadai untuk memperbaiki secara keseluruhan, melainkan hanya mampu satu persatu sesuai kemampuan anggaran,” katanya.

Menurut dia, pembangunan kolam retensi di kawasan Bintan Centre membuahkan hasil yang positif. Kondisi dua perumahan yang langganan genangan air, Perumahan Seraya dan Perumahan Bumi Indah saat ini sudah semakin baik, meski ada beberapa titik yang masih tergenang air.

Pembangunan kolam retensi itu di atas lahan 4.500 meter persegi, yang dihibahkan masyarakat. Pemko Tanjungpinang hanya menyewa alat berat untuk membangun kolam tersebut.

“Kami juga memikirkan agar genangan air Perumahan Taman Harapan Indah yang sering terjadi agar dapat segera ditanggulangi,” ujarnya. (wan)

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri

Baca juga: BP Batam Perbaiki Banjir di KPLI-B3 Kabil

Pos terkait