BATAM (gokepri) – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK di Batam pada hari pertama didominasi pendaftar SMK, mencapai 5.400 siswa. Dinas Pendidikan Kepri mencatat total 6.500 pendaftar, menandakan peningkatan minat terhadap pendidikan kejuruan.
Hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK di Kota Batam pada Selasa (10/6/2025) diwarnai antusiasme pendaftar yang tinggi. Uniknya, pendaftaran daring (online) pada hari pertama ini didominasi oleh calon siswa yang memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, menyatakan tingginya minat terhadap SMK menjadi indikator positif bagi arah pendidikan di Batam. “Alhamdulillah, hari ini pendaftaran online lebih banyak ke SMK daripada SMA. Ini menjadi pertanda bahwa SMK semakin diminati anak-anak kita, dan inilah pendidikan yang sedang kami bangun di Kota Batam,” ujar Andi Agung saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMAN 3 Batam.
Andi mengungkapkan, dari sekitar 6.500 calon siswa yang mendaftar pada hari pertama, 5.400 di antaranya mendaftar ke SMK, sementara sisanya ke SMA. Ia juga menyebutkan bahwa penambahan rombongan belajar (rombel) tahun ini mencapai sekitar 30 ruang kelas baru (RKB).
“Insya Allah, kami juga akan upayakan penambahan SMK. Karena saat ini, dari sekitar 20 ribu lulusan SMP dan MTs di Batam, hanya 2.900-an siswa yang masuk sekolah swasta. Artinya, sisanya sekitar 17.800 siswa tertampung di sekolah negeri,” jelasnya.
Andi Agung menegaskan kebijakan sekolah negeri yang bebas biaya bukan satu-satunya faktor yang membuat sekolah negeri diminati. “Gratis atau tidak, sekolah negeri dari dulu memang sudah diminati masyarakat. Karena kami terus berupaya membangun mutu pendidikan lebih baik,” katanya.
Ia juga menegaskan dalam SPMB tahun ini pihaknya memaksimalkan penggunaan data Dapodik agar sesuai dengan aturan pemerintah pusat. “Per rombel SMA maksimal 12 kelas, SMK 72 kelas per sekolah. Kami ikuti aturan ini supaya ke depan tidak ada masalah,” pungkasnya.
SPMB tahun ini dibuka pada 11–14 Juni 2025 untuk keseluruhan sekolah, dengan pendaftaran yang dipantau secara waktu nyata (real time). Andi Agung berharap proses ini berjalan lancar dan transparan demi pemerataan pendidikan di Batam.
Baca Juga: SPMB 2025 Gantikan Zonasi, Kuota Domisili Siswa SMA Diperluas ke Level Provinsi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









