Ganggu Pasaran, Ikan Selar dari Malaysia Masuk Secara Ilegal ke Karimun

Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Cabang Karimun menggelar bazar ikan murah. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Kendati Karimun sebagai salah satu sentra perikanan di Kepri, namun ada pihak-pihak yang diduga sengaja memasukan ikan secara ilegal dari Malaysia ke daerah tersebut.

Ikan yang diimpor tanpa prosedural atau ilegal ke Kepri itu jenis ikan selar.

Ironisnya, ikan tersebut dijual jauh di bawah harga pasaran. Tentu saja, masuknya ikan asal Malaysia itu mengganggu stabilitas harga.

“Ada ikan asal Malaysia yang masuk ke Kepri melalui Batam. Ikan tersebut sudah masuk ke Karimun,” ujar Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri di Karimun, Faizal di ruang kerjanya, Rabu, 12 Juni 2024.

Kata Faizal, begitu pihaknya mengetahui masuknya ikan asal Malaysia itu ke Karimun, maka pihaknya langsung mengecek ke lapangan. Namun belum berhasil menemukan lokasi dan apa nama kapal pengangkutnya.

“Setelah kita cek ke lapangan, belum kita temukan. Namun, indikasinya sudah kita ketahui. Ikan itu masuk ke Kepri lewat Batam terus ke Karimun,” ungkapnya.

Menurut dia, masuknya ikan selar asal Malaysia itu jelas mempengaruhi harga. Sebab, harga pasaran ikan selar dijual Rp50 ribu per kilogram.

“Harga ikan selar di pasaran Rp50 ribu, sementara di gudang-gudang di atas Rp30 ribu. Sementara, yang masuk dari Malaysia ini hanya dijual di bawah 20 ribu,” terangnya.

Dikatakan, satu kapal ikan asal Malaysia sudah pernah ditangkap di Batam oleh PSDKP dan juga Karantina Perikanan.

“Setelah satu kapal dari Malaysia berhasil ditangkap di Batam, mereka tidak lagi ke gudang tapi langsung disebar ke daerah lain di Kepri seperti di Tanjungpinang dan Karimun,” katanya.

Faizal menyebut, hasil tangkapan ikan di Malaysia saat ini memang sangat melimpah, makanya nelayan mereka mencoba mencari pasaran ke Indonesia secara ilegal.

“Memang, hasil tangkapan mereka lagi banyak-banyaknya. Maka mereka berusaha memasukkan hasil tangkapan mereka ke daerah kita dan dijual dengan harga murah,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra