JAKARTA (gokepri) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Gojek) menegaskan operasional layanan mereka tetap berjalan normal dan dapat digunakan pelanggan seperti biasa, meski ada aksi demonstrasi ojek daring (ojol) yang dikabarkan akan mematikan aplikasi. Gojek menyatakan menghormati hak setiap individu untuk menyampaikan pendapat, termasuk para mitra pengemudi yang memilih berunjuk rasa.
“Kami menegaskan bahwa operasional Gojek tetap berjalan normal, dan pelanggan tetap dapat menggunakan layanan kami seperti biasa,” kata Chief of Public Policy & Government Relations GoTo Ade Mulya di Jakarta, Selasa (20/5).
Ade menambahkan, pihaknya mendukung sepenuhnya mitra yang memilih untuk tetap beroperasi dan menyelesaikan pesanan. Gojek juga menegaskan selalu terbuka terhadap aspirasi mitra pengemudi aktif dan mengimbau agar disampaikan melalui cara yang tertib dan kondusif. “Berbagai kanal komunikasi formal telah tersedia untuk menampung masukan dan diskusi konstruktif dari mitra,” ujarnya.
Adapun tuntutan utama dalam demonstrasi ojol ini terkait dengan kebijakan komisi dan biaya jasa aplikasi, serta status kemitraan pengemudi.
Gojek menyatakan senantiasa mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Biaya layanan (komisi) Gojek untuk layanan penumpang (roda dua) mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan (KP) Nomor 1001 tanggal 22 November 2022. Regulasi ini menetapkan dua jenis komponen, yaitu biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi paling tinggi 15 persen dan biaya penunjang lima persen.
Setiap kuartal, Gojek melaporkan penggunaan komisi ini kepada Kemenhub untuk memastikan dana tersebut digunakan mendukung keberlangsungan pesanan dan pendapatan mitra.
Lebih lanjut, Gojek menegaskan bahwa mitra pengemudi mereka secara hukum diakui di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Regulasi Kemenhub menetapkan pengemudi taksi dan ojek daring sebagai mitra kerja perusahaan aplikasi transportasi, bukan karyawan. ANTARA
Baca Juga: Demo Besar-besaran Gabungan Ojol Bakal Digelar Selasa Pekan Depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









