Data BPS: Tumbuh 5,44 Persen, Ekonomi Indonesia Terus Menguat sejak 2021

Investasi Kepri 2021
Pembangunan apartemen di bilangan Batam Center, Kota Batam, Desember 2021. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memperkirakan perekonomian nasional di kuartal IV 2021 akan tumbuh di atas 4 persen year on year. (Foto: gokepri/Candra Gunawan)

Jakarta (gokepri.com) – Data BPS menunjukkan ekonomi Indonesia terus menguat sejak 2021. Sejumlah indikator sektor usaha kompak mengalami pertumbuhan meski moderat.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,44 persen pada triwulan II-2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Sementara itu bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya tumbuh 3,72 persen. Dengan demikian kinerja ekonomi triwulan II-2022 sudah lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Hal ini menandakan pemulihan ekonomi yang berlangsung sejak triwulan II-2021 terus berlanjut dan semakin menguat.

HBRL

BPS mencatat dengan perbaikan mobilitas, beberapa sektor tumbuh tinggi, seperti transportasi dan pergudangan yang naik 21,27 persen yoy serta akomodasi makan dan minum 9,76 persen yoy.

Selain itu, beberapa sektor utama juga mengalami pertumbuhan moderat, yaitu pada sektor industri 4,01 persen, perdagangan 4,42 persen, dan pertanian 1,37 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini meningkat secara persisten. Polanya mulai dari triwulan II-2021, triwulan III-2021, triwulan IV-2021, triwulan I-2022, dan triwulan II-2022 sekarang ini terus mengalami pertumbuhan,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat 5 Agustus 2022.

Ia pun menjelaskan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 persen berasal dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) maupun PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

Pada triwulan II-2022, PDB ADHB tercatat Rp4.919,9 triliun atau meningkat dari kuartal II-2021 yang sebesar Rp4.176,4 triliun. Begitu pula PDB ADHK yang membaik dari Rp2.772,9 triliun di kuartal II-2021 menjadi Rp2.923,7 triliun pada triwulan II-2022.

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quartal-to-quartal/qtq), Margo menyebutkan perekonomian domestik berhasil tumbuh sebesar 3,72 persen.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan pola pertumbuhan triwulanannya. Jadi triwulan II itu memang selalu tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan triwulan I, ini di antaranya karena faktor musiman,” tuturnya.

Secara kumulatif, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2022 pun tercatat tumbuh 5,23 persen dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019-Kuartal II/2022:

2019
Q1: 5,06%
Q2: 5,05%
Q3: 5,01%
Q4: 4,96%

2020
Q1: 2,97%
Q2: –5,32%
Q3: –3,49%
Q4: –2,19%

2021
Q1: –0,71%
Q2: 7,07%
Q3: 3,51%
Q4: 5,02%

2022
Q1: 5,01%
Q2:5,44%

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait