Karimun (gokepri.com) – Bupati Karimun Aunur Rafiq terus memperjuangkan penerbangan Karimun ke Pekanbaru menggunakan pesawat Wings Air jenis ATR.
Wacana membuka jalur penerbangan itu, sudah dua kali mengalami penundaan.
Pertama, Bupati Rafiq menyebut Wings Air membuka penerbangan Tanjungpinang-Karimun-Pekanbaru pada September 2022. Namun, rencana itu gagal.
Kemudian, Rafiq kembali menjanjikan kalau Wings Air akan melayani penerbangan pada awal Oktober ke Pekanbaru saja. Sementara, rute ke Tanjungpinang nantinya menyusul. Namun, penerbangan ke Pekanbaru juga kembali gagal.
Terakhir, Aunur Rafiq kembali memastikan kalau Wings Air sudah bisa menerbangi langit Karimun ke Pekanbaru sebelum akhir tahun 2022 ini.
“Saya optimis (penerbangan Karimun-Pekanbaru menggunakan Wings Air) sebelum akhir tahun, ini tinggal rapat saja karena menyangkut anggaran saja,” ujar Aunur Rafiq di kediamannya.
Penerbangan Maskapai Lion Air yang menggunakan pesawat Wings Air jenis ATR ini dari Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) yang berada di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing.
Upaya terakhir yang dilakukan Bupati Rafiq adalah konsultasi dengan BPKP Kepri.
“Masalah penerbangan Wings Air antara kita dengan maskapai dan swasta sudah duduk. Sekarang prosesnya sudah konsultasi ke BPKP, ini yang sekarang sedang kita rumuskan. Kita jangan sampai salah,” ungkapnya.
Aunur Rafiq, jangan hanya karena niat baik yang ingin cepat namun jangan sampai melanggar koridor hukum.
“Niat baik kita ingin cepat tapi kita juga harus melihat koridor hukum. Jangan sampai menimbulkan kerugian negara akibat insentif yang kita berikan dengan membuka jalur penerbangan ini,” jelasnya.
Insentif yang dimaksud Aunur Rafiq adalah Pemkab Karimun membooking 20 seat untuk sekali keberangkatan kepada ASN yang melakukan tugas ke Pekanbaru.
“Pesawat ini memiliki 70 seat, 20 dari mereka (maskapai) dan 50 lagi dijual oleh pihak swasta, misalkan dapat 30 maka ada sisa 20 lagi dan 20 itulah yang kita subsidi,” terangnya.
Dikatakan, subsidi itu digunakan ketika ada OPD yang memberangkatkan pegawai ke Pekanbaru dalam rangka kunjungan dinas selama selama 3 bulan.
“Sampai ini mandiri, artinya tiket terjual 50 dan kita tak perlu lagi memberikan subsidi, ini yang sedang kita rumuskan,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









