Batam dan Sulteng Pasok 1.300 Ton Oksigen untuk Pulau Jawa

Harga Tabung Oksigen
Pekerja menyusun tabung gas oksigen di agen isi ulang, Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (28/1/2021). Menurut pemilik agen permintaan oksigen untuk kebutuhan medis rumahan meningkat 50 persen selama pandemi COVID-19 dengan harga jual Rp20.000 sampai dengan Rp50.000. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Jakarta (gokepri.com) – Pemerintah mendatangkan oksigen dari Batam dan Sulawesi Tengah untuk memenuhi kebutuhan pasien Covid-19 di beberapa daerah Pulau Jawa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya kebutuhan oksigen di sektor kesehatan terpenuhi.

Ketersediaan oksigen yang dikabarkan menipis di beberapa daerah di Pulau Jawa masih menjadi sorotan publik akibat lonjakan kasus positif Covid-19.

HBRL

“Terdapat 800 ton oksigen yang sedang dalam perjalanan dari Batam untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa. Selain itu juga ada 500 ton yang terbagi dalam 21 unit iso tank oksigen dari Morowali, Sulawesi Tengah,” katanya melalui cuitan di akun Twitter @airlangga_hrt, Kamis (8/7/2021).

Selain mengalihkan stok oksigen dari luar Jawa, sambung Menko, seluruh fasilitas guna memproduksi oksigen untuk medis juga telah dikerahkan.

Selain itu, Pemerintah juga membuka opsi untuk mendatangkan oksigen ke dalam negeri atau impor mengingat pentingnya fasilitas ini dalam penanganan pandemi di Tanah Air.

Sebelumya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga telah memastikan bahwa Indonesia akan memperoleh pasokan dari Taiwan.

“Jadi [impor] dari Taiwan ini sudah jalan,” katanya dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu. Senin (5/7/2021).

Menko Airlangga berharap, semua lembaga dan perusahaan terkait penyediaan oksigen dapat bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan oksigen di masyarakat.

Pasokan dari Industri

Industri oksigen di Kota Batam Kepulauan Riau akan memasok 7 isotank oksigen untuk memenuhi kebutuhan pasien COVID-19 di Pulau Jawa.

“Yang akan masuk dalam waktu dekat ini tujuh isotank,” kata GM Samator Batam Trisakti melalui pesan aplikasi di Batam, Kamis.

Perusahaannya selama ini hanya memasok kebutuhan O2 untuk Kota Batam dan kabupaten kota lain di Kepri. Namun, seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Pulau Jawa, perusahaannya diminta untuk ikut memasok ke sana.

Pihaknya meningkatkan produksi sekitar 20 hingga 30 persen untuk memenuhi kebutuhan O2 di Pulau Jawa.

“Pembeliannya ‘B to B’. Ini arahan dari Jakarta dan pendistribusiannya semua ke rumah sakit,” kata dia.

Ia memastikan pengiriman pasokan oksigen ke Pulau Jawa tidak akan mengurangi ketersediaan O2 di Batam.

“Stok kami saat ini masih mencukupi. Stok kami saat ini sekitar 600.000 m3 untuk liquid oksigen. Sekitar 50 isotank,” kata dia.

Pabriknya tetap beroperasi sehingga pasokan oksigen masih bisa bertambah.

Sebelumnya, Ketua Apindo Kota Batam Rafki Rasyid menyatakan terdapat dua perusahaan produsen oksigen di Batam yang memproduksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan Batam dan luar kota.

“Dua perusahaan ini memproduksi oksigen dalam jumlah sangat banyak,” kata Rafki.

Ia mengatakan dua perusahaan itu memproduksi oksigen untuk kebutuhan industri dan medis.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan kebutuhan oksigen di Batam relatif tercukupi, karena pasien COVID-19 yang membutuhkannya juga relatif sedikit.

“Di Batam banyak pasiennya tidak sampai membutuhkan oksigen. Banyak yang gejala ringan,” kata dia. (Can)

|Baca Juga: PENANGANAN PANDEMI: Bea Cukai Dukung Distribusi Oksigen dari Batam

Pos terkait