907 Guru Honorer Batam Berebut 251 Formasi PPPK 2024, Lulusan PPG Harap Sabar

relokasi siswa di rempang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Sebanyak 907 guru honorer di Batam bersaing untuk merebut 251 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dibuka untuk tahun 2024.

Dinas pendidikan Batam merinci, dari 907 guru honorer tersebut, 258 orang merupakan Tenaga Harian Daerah (THD) yang dibiayai dari APBD Batam, sementara 649 lainnya berasal dari tenaga honorer dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sebagian guru ada yang belum S1. Ini sedang melanjutkan pendidikan mereka. Data ini hingga 8 Oktober 2024. Rata-rata guru yang belum S1 itu di pulau-pulau,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Kamis 10 Oktober 2024.

HBRL

Baca Juga: Guru Honorer Bergaji Dana BOS Berpeluang Jadi PPPK, Disdik Batam Tunggu Arahan

Untuk tenaga honorer dari dana BOS, terdapat 88 guru dan 561 tenaga kependidikan yang berstatus sebagai tenaga honorer. Dari 561 tenaga kependidikan, 273 sudah punya NUPTK, sedangkan 288 belum.

“Guru yang dibiayai dari dana BOS sudah pasti memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), namun bagi tenaga kependidikan, tidak semua memilikinya,” tambah Tri Wahyu.

Sesuai aturan, hanya mereka yang sudah memiliki NUPTK yang bisa didaftarkan sebagai guru dan dibayar dengan dana BOS. Sedangkan yang tidak memiliki NUPTK guru-guru hanya bisa mendaftar sebagai tenaga kependidikan.

“Jika tidak memiliki NUPTK, mereka terdaftar sebagai tenaga kependidikan,” jelasnya.

Formasi yang dibuka Pemerintah Kota Batam pada seleksi PPPK tahun ini yakni sebanyak 251 posisi, dengan rincian 109 formasi untuk guru dan 142 formasi teknis untuk tenaga kependidikan. Namun, ada tantangan baru, formasi guru yang awalnya hanya diperuntukkan bagi THD, kini juga harus diperebutkan oleh guru honorer BOS.

“Total ada 197 guru yang akan bersaing untuk mengisi 109 formasi yang tersedia, ini ada aturan terbaru dari pemerintah, Kemenpan,” jelas Tri Wahyu.

Sementara, 561 tenaga kependidikan dari dana BOS dan 149 tenaga THD yang belum S1 juga akan bersaing memperebutkan 142 formasi teknis.

“Secara total, ada 710 tenaga kependidikan yang akan bersaing untuk mengisi formasi teknis,” tambahnya.

Berdasarkan aturan Kemenpan, bagi yang gagal dalam seleksi PPPK tahun ini, para guru akan diangkat sebagai PPPK paruh waktu, dengan syarat harus tetap mengikuti seleksi tahun ini.

Pemerintah Kota Batam melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan masih ada peluang.

“Situasi ini cukup sulit karena persaingannya ketat, dan semua harus mengikuti prosedur seleksi yang berlaku. Kami berharap proses ini berjalan lancar dan adil bagi semua peserta. Uniknya tahun ini seleksi penerimaan PPPK itu akan dilakukan dua kali. Tahap satu Oktober ini, tahap dua November,” kata Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait