Tanjungpinang (gokepri.com) – Umat muslim Tanjungpinang berbondong-bondong melakukan ziarah kubur. Tradisi ini rutin dilakukan saat akan memasuki bulan Ramadan.
Pemakaman Batu 10 Tanjungpinang, Kelurahan Tanjungpinang Timur misalnya sejak beberapa hari terakhir ini ramai dikunjungi para peziarah. Mereka datang untuk mendoakan para keluarga atau kerabat yang telah lebih dulu meninggal dunia.
“Tradisinya seperti itu nanti sebelum lebaran ziarah lagi,” kata salah satu warga Tanjungpinang, Teti Minggu 10 Maret 2024.
Baca Juga: 954 Mubalig Akan Mengisi Safari Ramadan di Batam
Menurut dia, sebenarnya ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja. Tetapi menjelang puasa dan sebelum Lebaran diyakini sebagai waktu sakral agar doa yang dipanjatkan bisa langsung sampai kepada almarhum.
Kegiatan saat berziarah biasanya pembacaan doa dan membersihkan makam.
“Kegiatannya ya baca yasin, berdoa dan merapikan makam, biar tidak bayak ilallang,” kata dia.
Banyaknya warga Tanjungpinang yang melakukan ziarah kubur juga menjadi keuntungan tersendiri bagi penjual bunga yang ada di sekitar TPU. Para penjual bunga biasanya berjualan dari pagi hingga sore hari.
“Alhamdulillah lumayan banyak yang membeli bunga saya”, kata Maryamah, salah seorang pedagang bunga.
Ia mengatakan dalam sehari mampu meraup omzet sebanyak Rp400 ribu.
“Baru ramai hari ini karena yang jual bunga nggak cuma saya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









