Indikasi Politik Uang Mencuat Saat PSU di TPS 008 Meral Kota Karimun

Pemungutan suara ulang di TPS 008 Meral Kota, Kecamatan Meral, Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 008 Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral berlangsung Ahad, 18 Februari 2024 sejak pukul 07.00 WIB.

PSU dilakukan karena adanya rekomendasi dari Bawaslu Karimun kepada KPU terkait lebih dari satu pemilih yang yang tidak memiliki KTP-el/Suket.

Selain itu, pemilih juga tidak terdaftar di DPT dan DPTb, tapi memberikan suara di TPS tersebut.

HBRL

Berdasarkan data pemilih yang dipajang di TPS 008 Meral Kota, jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 249 orang dan 7 orang masuk dalam DPTb.

Proses pemungutan suara di TPS 008 Meral Kota. (Ilfitra/gokepri.com)

PSU di TPS 008 Meral Kota dijaga ketat aparat kepolisian. Dari Polres Karimun, nampak hadir Kabagops Kompol Shalahudin, juga hadir, jajaran KPU, Bawaslu, Kesbangpol dan PPK Kecamatan Meral.

Satu hari menjelang pemungutan suara di TPS 008 tersebut, lokasi itu ramai didatangi oleh sejumlah tim sukses caleg. Mereka berlomba-lomba mendatangi pemilih di daerah itu untuk mendulang suara.

Diketahui, TPS 008 Meral Kota berada di daerah pemilihan 4 yakni Kecamatan Meral, Meral Barat dan Tebing.

Bahkan, informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sejumlah caleg yang merasa suaranya tidak mencukupi untuk duduk sebagai anggota DPRD Karimun berusaha melobi-lobi masyarakat dengan mengiming-imingi sejumlah uang.

Kerawanan terjadinya politik uang saat PSU di TPS 008 Meral Kota tersebut muncul saat menjelang sore hingga tengah malam.

Pemilih di TPS 008 Meral Kota, Kecamatan Meral. (Ilfitra/gokepri.com)

“Ada beberapa tim sukses caleg datang ke tempat kami menawarkan sejumlah uang agar caleg nya bisa dipilih,” ujar seorang pria di Gang Lupus, tak jauh dari lokasi TPS 008, Sabtu malam.

Kata pria tersebut, uang yang ditawarkan oleh masing-masing tim sukses bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk satu suara.

“Kita gak tahu apakah ada warga yang menerima uang itu atau tidak. Lihat saja besok hasil pemungutan suara, pasti berubah dengan hasil pemungutan suara tanggal 14 Februari kemaren,” katanya.

Pantauan media ini di sekitar lokasi TPS 008 tadi malam, sejumlah petugas kepolisian dan juga Bawaslu Karimun nampak berada di sekitar daerah itu melakukan pengawasan.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait