PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN menggenjot penambahan jaringan gas rumah tangga di Batam. Menguntungkan bagi warga karena pengeluaran rumah tangga jadi berhemat dengan energi ramah lingkungan.
BATAM (gokepri.com) – Bagi Oktavia warga Tunas Regency, Batuaji, Batam, jaringan gas rumah tangga PGN adalah penyelamat. Gas dari jaringan pipa tersebut lebih murah daripada elpiji tabung, termasuk yang bersubsidi.
Selain hemat, pemakaian jaringan gas lebih praktis ketimbang tabung eceran. Dia tak perlu repot wara-wiri ke warung buat membeli gas dalam tabung. “Tak perlu khawatir kehabisan gas dan tak perlu repot,” ungkap Oktavia yang tinggal di Tunas Regency Lavender, Rabu siang 14 Desember 2022.
Oktavia mulai menggunakan gas bumi di rumahnya sekitar 6 Desember 2022 atau sepekan lalu. Saban sebulan, Oktavia membeli tiga tabung gas ukuran 3 kilogram dengan pengeluaran sekitar Rp57 ribu dengan HET Rp19.000. Tapi menurut Oktavia, pengeluaran rumah tangganya sekarang lebih murah dengan jaringan gas. “Lebih murah, lebih nyaman dan lebih aman,” sambung Oktavia.
Rumah Oktavia satu dari puluhan rumah tangga yang rumahnya mulai beralih memakai jaringan gas bumi selama November 2022. PGN selaku Subholding gas Pertamina memasang jaringan gas untuk sekitar 50 rumah tangga sepanjang November 2022. Penambahan jaringan gas untuk rumah tangga ini lewat program GasKita Pintas. “Untuk wilayah perumahan Tunas Regency Cluster Lavender tercatat sudah ada 50 warga yang telah dipasangkan jargas (jaringan gas),” sebut Rommel Simanjuntak, pegawai Sales City Gas PGN Area Batam di perumahan Tunas Regency.

Pelanggan gas rumah tangga di Kecamatan Batuaji terbilang banyak. Untuk pemasangan baru saja, terdapat 500 rumah tangga. Jumlah ini menambah pelanggan eksisting pada 2021 yang sudah 1.329 pelanggan di kecamatan ini. Jumlah pemasangan tahun ini tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya Perumahan Bambu Kuning, Buana Raya, Graha Nusa Batam, Muka kuning Indah 2, Sentosa Perdana, Villa Muka Kuning dan Merapi Subur. Adapun jaringan gas rumah tangga yang terpasang di Batam hingga November 2022 sudah mencapai 5.830. “Antusias masyarakat cukup tinggi untuk wilayah Batuaji,” sebut Rommel.
Perluasan layanan gas bumi di Kota Batam akan dikejar dalam lima tahun ke depan setelah dua tahun terkendala pandemi. Infrastruktur pipa sambungan dibangun agar energi ramah lingkungan dan murah ini bisa menggapai puluhan ribu rumah tangga.
Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) Batam, Wendi Purwanto, memaparkan perseroan memasukkan Batam dalam rencana pembangunan infrastruktur pipa gas bumi dalam lima tahun ke depan secara bertahap. Total pembangunan ada 260.000 sambungan pelanggan yang tersebar di seluruh Kota Batam hingga 2027. “Kami sudah mulai uji coba 2021 tapi hanya 1.300 sambungan pelanggan, hanya untuk penetrasi jargas (jaringan gas untuk rumah tangga). Tahun ini sudah mulai pasang (pipa baru),” ujar Wendi, April 2022.
PGN akan menyasar pembangunan pipa sambungan di beberapa lokasi yang punya permintaan tinggi akan gas bumi salah satunya Batuaji yang memang memiliki jaringan utama pipa gas bumi.
Program pembangunan jaringan ini berbeda dari pembangunan sebelumnya yang biasanya penunjukkan dari pemerintah lewat Kementerian ESDM dan memakai subsidi dana APBN. Untuk rencana pembangunan jaringan di Batam pada 2022-2027, PGN menggunakan belanja perseroan dari Alokasi Pipa Gas Negara (APGN). “Tidak ada subsidi lagi, tapi pelanggan mendapat fasilitas gratis instalasi sampai dengan panjang 15 meter. Harga gasnya Rp10.000 meter per kubik, lebih murah dari elpiji non subsidi,” jelas Wendi.
Dengan adanya jargas, masyarakat memperoleh keuntungan sisi finansial karena harga gas bumi lebih murah dari LPG. Setiap bulannya, penghematannya bisa mencapai sekitar Rp50.000 per keluarga.
Manfaat lainnya, gas bumi adalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan tersedia setiap saat. Masyarakat tidak perlu keluar rumah mencari LPG atau minyak tanah dan kayu bakar, jika sewaktu-waktu kehabisan.
Target 4 Juta Sambungan
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan target pembangunan jaringan gas dalam RPJMN Nasional 2020-2024 mencapai 4 juta sambungan rumah tangga. Sejak dimulai pada 2009, pembangunan jaringan gas dengan APBN hingga akhir 2021 sudah mencapai 662.431 sambungan di 58 kabupaten/kota di 17 provinsi. Tahun ini, Kementerian Energi dan SDM menargetkan pembangunan 40.777 sambungan gas rumah tangga di 12 kota/kabupaten.
Dikutip dari Tempo, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyebut capaian target pembangunan jaringan gas rumah tangga tahun ini baru 79,49 persen.
Capaian pembangunan jaringan gas rumah tangga dalam 12 tahun terakhir bisa dibilanh masih jauh dari target 4 juta sambungan. Menurut Laode, pemerintah menargetkan pembangunan 266.070 sambungan pada 2020. Namun target ini tak tercapai karena anggarannya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.
Dia mengakui dalam 13 tahun terakhir pembangunan jaringan belum mencapai angka 1 juta. Namun dia optimistis, berdasarkan rencana strategis lima tahunan, capaian ini masih bisa dilanjutkan untuk mengejar target 4 juta sambungan pada 2024.
Ada beberapa persoalan mengenai program sambungan gas rumah tangga, di antaranya memastikan sumber gas sampai ke jaringan pipa di hulu dan memastikan ada-tidaknya jaringan pipa PGN di kota tujuan di hilir. “Program pemerintah akan terus berjalan jika masih ada anggaran,” ungkap Laode dikutip dari Majalah Tempo, Oktober 2022.
Agar tak bergantung pada APBN, pemerintah menerapkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU. Rencana ini disebut baru bisa berjalan pada 2025. Program percontohannya akan digelar di Kota Batam dan Palembang. “Sekarang masih dalam penyempurnaan regulasi, akan selesai pada 2024,” terang Laode.
Setelah skema KPBU berjalan, pemerintah akan menggelar lelang untuk pihak swasta, yang kemudian bakal mendapat kemudahan pengurusan izin. PGN pun akan membuka peluang bagi swasta untuk terlibat dalam pembangunan jaringan gas rumah tangga yang merek garap.
Baca Juga: PGN Targetkan 266 Ribu Pelanggan Baru di Kota Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









