Batam (gokepri.com) – Rencana pembangunan universitas dan rumah sakit Muhammadiyah di Kota Batam masih terkendala persoalan izin dan biaya.
Hal itu disampaikan oleh penasehat pimpinan Muhammadiyah Kepri Chablullah Wibisono. “Kalau kami sudah punya rencana membangun universitas dan rumah sakit Muhamadiyah tapi belum terlaksana. Kami bahkan sudah merekrut dokter dan dosen tapi izin dari PP Muhammadiyah dan ada tunggakan deposit sebesar Rp2 miliar, jadi itu ditunda,” kata dia saat ditemui di kampus Universitas Batam, Kamis 11 Agustus 2022.
Ia mengatakan rencana pembangunan Universitas dan rumah sakit Muhammadiyah ini akan dilaksakan jika izin dan tunggakan itu tuntas.
Chablullah menuturkan rencana lokasi pembangunan rumah sakit dan universitas itu akan dibangun di Batu Aji, Batam, Kepuluan Riau.
“Kalau izin dan tungagakan itu lunas bisa segera dibangun,” kata dia.
Chablullah tak menutup kemungkinan universitas yang sudah ada di Batam seperti Stikom Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah di Tembesi akan dilebur dengan Universitas Muhammadiyah.
“Ada rencana dari Muhamaddiyah akan diubah menjadi universitas. Kami akan dorong itu,” kata dia.
Menurut dia, Batam sebagai kota metropolitan harus memiliki universitas dan rumah sakit Muhammadiyah sendiri sama seperti daerah lain apalagi sumber daya manusianya sudah memadai.
Penulis: Engesti







