Kadisdik Kepri Luncurkan SMK Pusat Keunggulan di SMKN 6 Batam

SMKN 6 Batam
Kadisdik Provinsi Kepri, Dr Muh Dali MM bersama Kepsek SMKN 6 Batam, Deden Suryana MPd, dan sejumlah pelaku IDUKA usai louncing SMK Pusat Keunggulan di SMKN 6 Batam. Foto: IST

Batam (gokepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau Dr Muhammad Dali MM meluncurkan penerapan SMK Pusat Keunggulan (PK) yang akan dijalankan SMKN 6 Batam.

Selain itu, Dali juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Pusat Keunggulan yang akan dibangun di SMKN 6 Batam guna menunjang penerapan SMK Pusat Kunggulan. Sedangkan dana pembangunan gedung tersebut, bersumber dari bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) guna menunjang program penerapan SMK Pusat Keunggulan.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pelaku dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA), serta tokoh masyarakat, sejumlah kepala SMK, dan Ketua Komite SMKN 6 Batam.

HBRL

Menurut Dali, bahwa penerapan SMK Pusat Keunggulan ini bagian dari program Merdeka Belajar episode 8 dari Kemendikbud merupakan penyempurnaan dari kebijakan sebelumnya yaitu Revitalisasi SMK dan SMK Center of Exellence (CoE).

Dikatakannya, bahwa landasan dari SMK Pusat Keunggulan ini adalah link dan match untuk lebih mempertegas lagi dalam kemitraan dengan industri yang diajak bekerjasama, serta menyusun kurikulum bersama agar kompetensi lulusan siswa SMK nantinya sudah sesuai dengan kebutuhan industri.

“Semua program yang kita lakukan didunia pendidikan yang menjadi
sasarannya adalah peserta didik. Harapan kita lulusan nantinya memiliki keunggulan. Sesuai momenklatur yang telah disiapkan SMK Pusat Keunggulan ini semuanya menuju keunggulan,” ujar Dali kepada Tim Pendidikan gokepri.com usai acara, Selasa (22/6).

Sementara Kepala Sekolah SMKN 6 Batam, Deden Suryana MPd, menyebutkan dengan dipercayanya SMKN 6 Batam menjadi SMK Pusat Keunggulan menjadi tantangan tersendiri. Kendati secara teknis pihaknya telah menjalankan Link and Match. Namun dengan penerapan SMK Pusat Keunggulan ini, pihaknya harus bekerja keras lagi agar unsur link and match lebih ditingkatkan lagi.

“Contohnya sinkronisasi kurikulum sekarang ini ksmi telah memiliki 4 dokumen dengan industri. Namun kami coba tingkatkan lagi dengan industri lain agar memiliki keragaman industri, biar nantinya ada peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik. Begitu pula jam mengajar guru tamu, tadinya hanya 30 jam/semester ditingkatkan lagi menjadi 50 jam,” kata Deden.

Deden mengakui, bahwa Sejauh ini pihak perusahaan berharap agar pihak sekolah lebih proaktif karena perusahaan tidak terfokus pada pendidikan semata. Semisal mendiskusikan dan komunikasi secara intensif, karena pihak perusahaan siap mendukung yang dibutuhkan oleh pendidikan ini.

Terkait penerapan SMK Pusat Keunggulan akan diterapkan di SMKN 6 Batam, kata Deden, akan dimulai pada tahun ajaran baru ini. Namun kata dia, akan dimulai dengan membangun budaya kerja tentunya menyamakan lingkungan anak belajar bisa menyerupai dimana nantinya anak didik akan bekerja.

“Kita harus membawa dunia industri ke lingkungan sekolah. Jadi
workshopnya harus benar-benar menyerupai industri, baik alat yang dipakai peserta didik maupun bahan-bahan yang dipraktekan diajarkan ke siswa itu sendiri,” ucapnya lagi. (aat)

|Baca Juga: SMKN 6 Batam Raih 2 Predikat dari Kemendikbudristek, Menjadi Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan

Pos terkait