Batam (gokepri.com) – Pengendara jalan keluhkan banyaknya lubang di Jalan Laksamana Bintan yang menghubungkan antara Batam Center, Sungai Panas, Bengkong hingga underpass Pelita.
Pasalnya, jalan berlubang tersebut mengancam keselamatan pengendara. Ditambah lagi lagi saat malam hari, tidak ada lampu penerangan jalan.
Mahfudin warga Legenda Malaka ini mengaku hampir setiap hari melintasi Jalan Laksana Bintan. Karena tempat kerjanya yang berada di kawasan Nagoya.
“Setiap hari lewat sini, kalau lewat Simpang Kepri Mal terlalu jauh mutar-mutar,” kata Mahfudin, Selasa (19/1/2021).
Menurut dia, sudah beberapa kali ada orang yang kecelakaan akibat tidak mengetahui ada lubang. Hal ini sebenarnya sudah sering kali dikeluhkan, hanya saja sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah.
Mahfudin menjelaskan kondisi jalan seperti ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Di mana pasca dilakukan pelebaran jalan oleh pemerintah, tidak adal lagi progres untuk dilanjutkan sampai sekarang.
“Kalau lihat ini, sebenarnya proyek jalan belum selesai. Tapi tidak tahu kenapa belum ada tanda-tanda dilanjutkan, padahal sudah banyak memakan korban,” katannya.
Jalan Laksamana Bintan kata dia juga tidak jauh dari rumah Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Karena itu tidak mungkin pemerintah tidak mengetahui kondisi jalan yang terjadi saat ini.
“Bisa dilihat jalan dari Simpang Gelael ke Simpang Frengky tak terhitung lagi lubang. Tak mungkin kalau Pak Wali tidak tahu. kan rumahnya dekat situ,” katanya.
Pantauan gokepri.com, sepanjang Jalan Laksamana Bintan memang banyak lubang. Baik jalan yang dari arah Batam Center menuju underpass Pelita ataupun arah sebaliknya.
Jalan Laksamana Bintan mulai dilebarkan sejak tahun 2017 menggunakan APBD Kepri. Pada tahun 2020 sebenarnya sudah direncanakan untuk dilanjutkan.
Hanya saja karena adanya pandemi Covid-19 proyek infrastruktur tersebut dialihkan untuk penananganan Covid-19. Hingga sampai saat ini belum diketahui apakah akan dilanjutkan atau tidak.
(ARD)









