BATAM (gokepri) — Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam. Dari total lebih dari 75 ribu UMKM di kota industri itu, baru sekitar lima persen yang berorientasi ekspor. Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menargetkan angka itu naik lebih dari dua kali lipat pada 2026.
Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, Helvi Yuni Moraza, mengatakan kolaborasi dengan BP Batam menjadi kunci memperkuat daya saing UMKM lokal agar mampu menembus pasar global. “Saat ini pembiayaan UMKM di Batam masih didominasi oleh bank-bank Himbara. Kami mendorong agar perbankan dan BP Batam membangun ekosistem yang lebih terintegrasi,” ujarnya saat kunjungan kerja ke Batam, Rabu.
Menurut Helvi, Batam memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan UMKM nasional karena letaknya strategis di jalur perdagangan internasional. Ia menambahkan, program Corporate Business Responsibility (CBR) dari Kementerian akan digerakkan berdampingan dengan investasi besar di Batam. “Ketika perusahaan besar mendapat izin usaha, kami mendorong agar mereka juga melibatkan UMKM lokal,” katanya.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperluas akses usaha kecil terhadap sumber daya dan aset kawasan. “Pertama, kami akan menggelar promosi bersama perbankan agar Batam menjadi destinasi investasi sekaligus basis pengembangan UMKM,” ujarnya.
BP Batam juga tengah menyiapkan model industri bersama investor kawasan yang dapat melibatkan UMKM sebagai mitra. Sejumlah aset seperti Taman Rusa dan Sport Hall rencananya dikerjasamakan dengan sektor swasta agar memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. “Kami ingin fasilitas publik juga berperan mendorong aktivitas ekonomi lokal,” kata Fary.
Ia menegaskan pentingnya memberi keistimewaan bagi UMKM yang beroperasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. “Selama ini investor besar menikmati keunggulan FTZ. Sudah saatnya pelaku usaha kecil mendapat manfaat serupa untuk mendorong orientasi ekspor,” ujarnya.
BP Batam dan Kementerian UMKM menargetkan porsi UMKM ekspor meningkat dari lima persen menjadi 12 persen dalam dua tahun ke depan. “Kami ingin Batam tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri besar, tetapi juga rumah bagi UMKM yang bisa menembus pasar dunia,” kata Fary.
Baca Juga: Sinergi BP Batam-BRI Jadikan UMKM Poros Baru Ekonomi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









