BATAM (gokepri) — Setelah dua bulan menjabat pelaksana tugas, Firmansyah akhirnya dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam. Pengangkatan ini menandai berakhirnya masa kekosongan jabatan penting di tubuh Pemerintah Kota Batam.
Pelantikan digelar di Aula Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat, 31 Oktober 2025. Selain Firmansyah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga melantik tujuh pejabat lain di lingkungan Pemko Batam. Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra serta sejumlah pejabat struktural.
Amsakar menjelaskan bahwa proses promosi, demosi, dan rotasi jabatan kini tak lagi sederhana seperti dulu. Menurutnya, sistem seleksi pejabat saat ini mengacu pada mekanisme fit and proper test yang ketat di tingkat pusat.
“Promosi atau demosi sekarang tak semudah dulu. Prosesnya seperti siput, lambat sekali. Banyak yang bertanya mengapa saya lambat merombak kabinet, padahal mekanismenya memang luar biasa ketat,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, dari sepuluh calon pejabat yang direncanakan, dua di antaranya belum dapat dilantik karena masih menyelesaikan administrasi di Jakarta. “Mereka akan dilantik pada gelombang berikutnya setelah proses selesai,” katanya.
Amsakar juga menegaskan bahwa rotasi jabatan di Pemkot Batam hanya bisa dilakukan bila posisi tertentu memang kosong. “Selama pejabat lama masih menjabat, mutasi tidak boleh dilakukan seketika. Itulah proses birokrasi yang perlahan,” ujarnya.
Berikut delapan pejabat yang dilantik pada kesempatan tersebut:
•Firmansyah – Sekretaris Daerah Kota Batam
•Suhar – Asisten Perekonomian dan Pembangunan
•Zulkifli Aman – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
•Yudi Suprapto – Kepala Dinas Ketenagakerjaan
•Syukri – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Batam
•Eva Marhain – Camat Nongsa
•Arfandi – Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Batam
•Syahibul Aziz – Kepala Bidang Mutasi dan Promosi, BKPSDM

Firmansyah yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Sekda sekaligus Kepala Bappelitbangda kini resmi memegang kendali penuh atas birokrasi Pemko Batam. Pengangkatannya dianggap penting untuk menstabilkan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah.
“Setiap posisi strategis harus diisi pejabat berkompeten dan berintegritas. Proses fit and proper test ini menjamin keputusan yang objektif,” kata Amsakar.
Menurut Amsakar, pengisian jabatan definitif seperti Sekda adalah bagian dari upaya memperkuat kinerja birokrasi. Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu menjaga kepercayaan publik dan membawa perubahan positif di lingkungan kerja masing-masing.
“Amanah ini harus dijaga dengan baik. Proses seleksi terhadap Bapak dan Ibu yang dilantik hari ini telah melalui tahapan ketat. Keputusan ini diharapkan membawa perubahan positif bagi birokrasi Kota Batam,” ujar Amsakar.
Pelantikan ini juga menandai konsolidasi akhir formasi pejabat eselon II menjelang akhir masa jabatan Wali Kota Batam. Dengan jabatan Sekda kini terisi definitif, koordinasi dan pelayanan publik diharapkan berjalan lebih solid.
Baca Juga: Empat Nama Berebut Kursi Sekda Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









