Karimun (gokepri.com) – Jika selama ini masyarakat Karimun mengenal hari lahir negeri mereka pada 12 Oktober 1999 atau pada tahun ini baru berusia 23 tahun. Ternyata, pandangan itu keliru.
Rupanya, negeri berjuluk ‘Bumi Berazam’ ini usianya sudah hampir mencapai 2 abad. Karimun ini ternyata sudah ada sejak 1 Mei 1828. Artinya, usia Kabupaten Karimun pada 2022 ini sudah mencapai 194 tahun.
Disepakatinya hari lahir Karimun pada 1 Mei 1828 ini setelah dilakukan seminar Bermulanya Pentadbiran (Pemerintahan) Karimun di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Ahad, 2 Oktober 2022.
Seminar satu hari ini sebenarnya bukanlah yang pertama. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari bedah sejarah hari lahir Karimun yang sudah pernah dilaksanakan pada 22 Januari 2022.
Seminar kali ini mendatangkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya seperti Prof Madya Dato’ Perdana Dr H Abdul Malik, pemakalah Dato’ Wira Aswandi Syahri, kemudian Raja Dato’ Wira Malik Harizal dan narasumber tempatan, Raja Sirwansyah.
“Alhamdulillah, seminar ini sudah melahirkan rekomendasi dan keputusan ditetapkannya hari jadi Karimun pada tanggal 1 Mei 1828,” ujar Ketua DPRD Karimun, Muhammad Yusuf Sirat.
Kata Yusuf, dengan ditetapkannya tanggal 1 Mei 1828 sebagai hari lahir Kabupaten Karimun, maka tanggal tersebut akan diperingati sebagai ulang tahun Kabupaten Karimun setiap tahun.
“Ini merupakan catatan bersejarah bagi generasi Karimun yang akan datang, bahwa Karimun sebelum menjadi sebuah kabupaten dulunya sudah ada pemerintahan yang berdiri. Artinya, Karimun sudah berusia 194 tahun,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Sugianto yang membacakan surat keputusan hasil seminar mengatakan, tanggal 1 Mei 1828 yang dijadikan sebagai hari lahir Karimun merujuk pada peristiwa penobatan Raja Abdulrahman memimpin pemerintahan di Karimun.
Dikatakan, pemilihan tanggal tersebut didasarkan pada peristiwa pelantikan Raja Abdulrahman sebagai Wakil Kerajaan berikut dengan cap formal tertanggal 1 Mei 1828 atau 16 Syawal 1243 Hijriyah.
“Berdasarkan keputusan bersama hasil seminar dari empat narasumber oleh tim perumus, maka diambil peristiwa penunjukkan Raja Abdulrahman tertanggal 1 Mei 1828 menjadi tanggal Pentadbiran Karimun,” kata Sugianto.
Peristiwa 1 Mei 1828 tersebut berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Dato’ Wira Aswandi Syahri SS yang disampaikan dalam seminar.
“Pemerintahan awal di Karimun di pimpin oleh Raja Abdulrahman, anak dari Yang Dipertuan Muda Raja Jaafar dari Penyengat,” ungkapnya.
Dikatakan, dia memerintah di Karimun pada 1 Mei 1828 berdasarkan bukti arsip surat ingatan yang berisikan tugas atau titah ayahnya kepada Raja Abdulrahman yang harus dijalankan sebagai kepala pemerintahan di Karimun.
Bukti dokumen lainnya yaitu surat dari Raja Abdulrahman yang dikirim ke Residence Elow di Tanjung Pinang pada tanggal 4 Mei 1828. Yang mana isinya mengabarkan bahwa dirinya adalah kepala pemerintahan di Karimun.
“Surat dari Raja Abdulrahman tersebut saya temukan di perpustakan Universitas Leiden Belanda pada tahun 2010 lalu. Sementara surat dari ayahnya kepada Raja Abdulrahman itu saya temukan di arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta,” kata Aswandi Sahri.
Dirinya menjelaskan, pada masa Pemerintahan Raja Abdulrahman, nama Tanjungbalai Karimun adalah Karimun Darussalam.
Sebelumnya, terdapat pendapat lain dari narasumber yang mengatakan bahwa momen yang tepat dijadikan sebagai Hari Pentadbiran Karimun adalah pada saat terjadinya perang Riau Lingga tanggal 8 November 1827.
Dalam sejarah penentuan hari jadi memang saat ini terdapat dua pemikiran. Pertama merujuk pada peristiwa heroik seperti perang dan sebagainya yang sifatnya nasionalisme.
Namun berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan juga semakin berkembang maka penentuan hari jadi suatu daerah tidak lagi berdasarkan peristiwa heroik. Melainkan lebih kepada peristiwa politik dan pemerintahan.
Penulis: Ilfitra









